14 April 2024
24.6 C
Palu

Dana TTG Disebut Mengalir ke Bupati, Oknum Kejati, Camat dan Kades

Mardiana Mengaku Sudah Serahkan Bukti ke KPK

Must read

PALU – Seorang tenaga honorer di Kabupaten Donggala, Mardiana, Kamis (03/3/2023) menyampaikan bahwa dirinya saat ini sedang melaporkan proyek kasus Teknologi Tepat Guna (TTG) yang mengalir kesejumlah pejabat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun sebelum melaporkan kasus tersebut Mardiana terlebih dahulu menjadi terlapor dengan kasus yang sama di Mapolda Sulteng, hingga saat ini masih diperiksa sebagai saksi.

“Saya juga berapa kali diperiksa sebagai saksi di kasus TTG yang ditangani Polda Sulteng. Laporan saya sudah diterima oleh KPK, sekarang masih terus komunikasi dengan KPK berkaitan dengan pengumpulan bukti-bukti atau data atas laporan saya,” katanya,Kamis (03/3) kemarin.

Mardiana mengungkapkan, dia bukan seorang pengusaha, melainkan hanya tenaga honor di Dinas Ketahanan Pangan. Oleh salah seorang pejabat di Pemda Donggala dia diminta membuat perusahaan untuk melanjutkan proyek pengadaan pengolahan di Kecamatan Masamba Sulawesi Selatan. “Saya hanya menjalankan tugas dari atasan, waktu itu saya sudah pegawasi honor di Dinas Pendidikan,” katanya.

Kemudian kata Mardiana, dia ditunjuk sebagai Direktur di perusahaan Mardiana Mandiri Pratama (MMP) di tahun 2019 dan beberapa Desa sudah menandatangani perjanjian kerjasama proyek antara perusahaan dan beberapa Desa. “Namun belum semua desa bertandatangan, masih ada 20 Desa lagi,” jelasnya.

Singkat cerita bahwa, saat pihak penyedia barang dari beberapa toko menagih kepadanya, dia belum memiliki uang dari beberapa Desa penerima program, sehingga dia melaporkan kasus tersebut, sebab tidak memiliki uang untuk membayar kepada pihak barang. “Karena semua uang sudah diambil beberapa pejabat dari tingkat bawah hingga atasan,” ungkap Mardiana.

Mardiana mengakui, bahwa hingga saat ini dia masih menyimpan bukti transfer dan juga bukti saat memberikan beberapa uang tunai kepada sejumlah pejabat. “Buktinya ada semua sama saya, dan rekaman juga ada saat saya diminta mengantarkan uang kepada salah satu pejabat sebesar Rp30 juta,” tambahnya.

Dirinya harus mengangkat kasus ini dipermukaan dikarenakan telah banyak tekanan dari beberapa pihak termasuk sejumlah pejabat. “Dari pihak penyedia barang belum dibayar dan juga rumah saya pernah digeledah, sehingga saya merasa ketakutan, dan melaporkan kasus ini,” ujar Mardiana.

Barang diambil dari beberapa toko di antaranya toko yang ada di Jalan Gajah Mada dan Dr Wahidin Kota Palu, dan satunya dari toko di Jakarta. “Sebagian sudah dibayar, namun ada sebagaian lagi yang belum dibayar. Jadi Desa sudah membayar, tetapi uangnya diambil pejabat. Kalau ditotalkan pengeluran perusahaan capai Rp 1,4 miliar,” beber Mardiana.

Mardiana menjelaskan, bahwa ia dijanjikan bukan soal di pengadaan barang tetapi di hasil produksi. “Saya juga beberapa kali diperintahkan membayar, uang kuliah pejabat di Unhas sebanyak dua kali Rp15 juta jadi totalnya Rp 60 Juta,”ungkap Mardiana.

Selain itu, ada juga uang senilai Rp150 juta sudah diberikan kepada salah seorang pejabat dan itu juga ada buktinya. Jadi memang uang itu hanya numpang lewat. “Saya sudah siap, apapun risikonya. Saya berharap agar pihak KPK bisa mengungkap kasus ini secepatnya,” harapnya.

Sementara dari uraian dokumen yang diserahkan Mardiana kepada wartawan tercatat dana TTG diduga mengalir ke sejumlah pihak di antaranya, mengalir sejumlah pejabat di Pemkab Donggala, termasuk disebut mengalir ke Bupati, beberapa Kepala Desa (Kades), beberapa camat dan oknum di Kejaksaan Tinggi (Kejati).

Sebelumnya Pemkab Donggala melalui Asisten III Pemda Donggala DB. Lubis dalam keterangannya Persnya kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu mengungkapkan, bahwa studingan penerimaan fee yang mencantumkan beberapa nama penerima termasuk namanya DB. Lubis, kemudian ada nama Hikmah dan Muchlis untuk Bupati Donggala Kasman Lassa, tidak benar. “Hanya dibuat secara sepihak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, termasuk melakukan scan tanda tangan atas nama Hikmah dan Muchlis,” pungkasnya. (who/ujs)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!