14 April 2024
24.6 C
Palu

Siaga SAR, Seluruh Personel Basarnas Palu Tidak Cuti Lebaran

Must read

PALU – Selama 20 hari kedepan anggota Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu bakal siaga mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi pada Mudik Lebaran tahun ini. Sebanyak 87 Personel yang dimiliki Basarnas Palu bakal bersiaga penuh dan dilarang untuk melakukan cuti selama operasi ini berlangsung.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Andrias Hendrik Johanes usai memimpin Apel Siaga SAR khusus Lebaran, di halaman kantor Basarnas Palu, Kamis (13/4/2023). Kegiatan Siaga Khusus Lebaran ini, kata dia, memang bakal digelar hingga 20 hari kedepan dan rutin dilakukan setiap tahunnya menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya kondisi kedaruratan selama masa angkutan Lebaran. “Kita kerahkan seluruh personel yang berjumlah 87 orang. Dan mereka ini selama 20 hari kedepan tidak diberikan cuti, karena kita harus siaga seluruhnya,” ungkap Andrias.

87 personel tersebut, terbagi di Kota Palu, Pos SAR Parigi, Luwuk, Tolitoli, Morowali, dan Banggai Laut serta akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Selain bersiaga di sejumlah titik yang ditentukan, patroli-patroli juga akan dilakukan pihak Basarnas Palu, baik di jalur mudik darat maupun jalur mudik laut.

Khusus jalur darat, yang diantisipasi adalah jalur Trans Sulawesi. Sedangkan jalur laut, pihaknya akan bersiaga di Pelabuhan Pantoloan dan Pelabuhan Feri Taipa. Selain itu, Basarnas Palu juga berkoordinasi dengan pihak Bandara Mutiara SIS Aljufri. “Itu yang ada di Kota Palu, begitupun juga di daerah lainnya,” katanya.

Untuk tingkat potensi kerawanan, pihaknya memprediksi berada di jalur darat, dimana banyak jalan rusak dan berlubang, sehingga hal itu harus diantisipasi. Olehnya dia mengimbau kepada para pemudik sebelum mudik agar memperhatikan kondisi kesehatan dalam keadaan sehat dan tetap berhati-hati di jalan agar terhindar dari potensi kecelakaan.

Sementara untuk sektor perhubungan laut, pihaknya mengimbau agar memperhatikan kapasitas muat penumpang dan barang agar tidak berlebihan serta memperhatikan alat-alat keselamatan ada di kapal. Dalam Apel tersebut, Andrias juga mengecek sejulah peralatan maupun kendaraan yang dimiliki Basarnas Palu.

Khusus Alut SAR yang digunakan Basarnas Palu dalam Operasi ini, khusus mencakup alut SAR secara keseluruhan seperti kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, Rigid Implatable Boat (RIB) dan KN SAR Bhisma yang saat ini bersandar di Pelabuhan Luwuk dan akan mengcover wilayah Luwuk serta sekitarnya.

“Saya harapkan kepada masyarakat untuk menyimpan nomor emergency call 115 Basarnas di ponsel untuk mengantisipasi agar saat membutuhkan layanan SAR agar menghubungi nomor tersebut, dimana emergency call 115 merupakan layanan bebas pulsa,” katanya.

Sementara itu sebelumnya, Andrias yang membacakan sambutan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengatakan, Siaga SAR Khusus dilaksanakan selama 20 hari, dimulai dari 13 April hingga 3 Mei 2023.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 19-21 April 2023, sedangkan puncak arus balik gelombang pertama diperkirakan pada 24-25 April 2023, dan gelombang kedua pada 30 April-1 Mei 2023.

“Siaga SAR Khusus Lebaran merupakan agenda rutin yang kita laksanakan setiap tahun, namun demikian, tugas ini jangan hanya menjadi rutinitas yang monoton, tetapi harus mampu menjawab potensi ancaman kedaruratan yang mungkin terjadi, terutama di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan, ruas jalan tol, dan lokasi-lokasi pariwisata yang menjadi titik kumpul masyarakat,” katanya.

Untuk itu kata dia, agar menyiapkan seluruh sumber daya, baik personel maupun sarana-prasarana siap operasi mengantisipasi terjadinya kondisi darurat selama masa angkutan Lebaran sesuai dengan prinsip pelayanan quick response of SAR. (agg)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!