15 June 2024
29.6 C
Palu

Keamanan Investasi dan Keselamatan Kerja di Morut Lebih Terjamin

Must read

MORUT-Insiden kerusuhan antar pekerja di PT Gunbuster Nickel Industri (PT.GNI) Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng), beberapa waktu lalu, memberikan pelajaran berharga bagi banyak pihak termasuk para pekerja dan investor di Morowali Utara (Morut).

Tentunya insiden tersebut mengingatkan sejumlah pihak untuk dapat lebih saling menjaga, menghargai dan meningkatkan jaminan keamanan investasi dan keselamatan kerja.

“Jaminan keamanan investasi sangat penting dengan diimbangi keselamatan kerja yang semakin meningkat untuk para pekerja khususnya di Morowali Utara,” ujar Ketua Komnas-HAM Perwakilan Sulteng Dedi Askary, Kamis (19/01/2023) kemarin.

Dia menambahkan, bahwa investasi yang masuk di Morowali Utara tidak dipungkiri dapat menopang pembangunan di daerah tersebut.

Dengan adanya investasi, kata Dedi, maka roda perekonomian otomatis akan berputar dan berjalan di tengah masyarakat. Selain itu, kehidupan perekonomian masyarakat setempat akan semakin meningkat.

Dijelaskannya, dengan adanya peningkatan ekonomi masyarakat secara langsung akan berdampak pada perekonomian daerah tersebut khususnya Kabupaten Morut. Oleh sebab itu kondisi yang sudah normal harus dijaga secara bersama–sama.

“Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hak dasar buruh atau pekerja yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang melakukan investasi, ” terang Dedi.

Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng Habib Ali bin Muhammad Aljufri. Dirinya mengaku prihatin atas insiden kerusuhan di PT.GNI dan berharap semua pihak mampu menahan diri demi menghindari dampak negatif yang berakibat lebih besar.

“Karena bagaimanapun kegiatan investasi itu ada manfaatnya untuk masyarakat. Walaupun memang ada kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan dari kejadian itu,” ujarnya.

Ketua MUI Sulteng itu mengimbau agar masalah yang terjadi harus bisa diselesaikan secara cepat lantaran kerugiannya tidak saja dialami perusahaan namun juga masyarakat.

“Mungkin ada di antara pekerja yang tidak terlibat, tapi karena akibat dari peristiwa itu akhirnya ikut terimbas. Mungkin juga karena ada hasutan-hasutan atau adanya persaingan. Maka yang perlu diselesaikan juga adalah siapa otak di balik peristiwa itu, karena tidak mungkin timbul sendiri, apalagi sudah sampai menghilangkan nyawa, baik dari TKA maupun dari pekerja lokal,” ujar Habib Ali.

Sebelumnya, Bupati Morut Delis Julkasson Hehi mengatakan kepada warganya serta para pekerja di PT.GNI, kita harus tetap menjaga kondusivitas daerah Morut yang saat ini sudah normal kembali.

“Orang tidak akan kenal Morowali Utara jika PT.GNI tidak hadir disini. Harus disadari kehadiran perusahaan ini memiliki kontribusi yang besar untuk daerah ini. Selain itu juga memiliki dampak positif bagi para pedagang kios, penjual ikan, para nelayan di teluk Tumori, dan penjual sayur di sekitar daerah ini,” ujarnya.

Bupati Morut menambahkan sekitar seribu nasib orang disini dipertaruhkan, usaha–usaha kecil yang hadir disini yang tergantung oleh perusahaan ini. Karena itu, kita harus bisa membuka cakrawala pemikiran kita untuk dapat menjaga bersama kondisi yang baik demi kepentingan bersama.(who)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!