26 June 2024
24.4 C
Palu

BPJamsostek Serahkan Santunan Bagi Ahli Waris Petugas Haji

Must read

JAKARTA – Ditengah duka yang masih menyelimuti keluarga petugas Haji yang menjadi anggota Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 73 atas nama Ahmad Ridlo yang meninggal dunia di Arab Saudi saat sedang menjalankan tugasnya.

Kementerian Agama melalui BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kematian kepada ahli waris peserta istri dan anak yang masih mengenyam pendidikan di tingkat SMP dengan nominal Rp. 183 Juta yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil  Qoumas bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo, dan dihadiri Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah  Hilman Latief dan Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin.

Yaqut menyatakan bahwa Kementerian Agama juga merasakan kehilangan atas meninggalnya almarhum, oleh karena itu manfaat perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan tersebut menjadi simbol penghormatan bagi almarhum atas segala jasa-jasanya.

“Kami semua menyadari bahwa menjadi petugas tidak mudah apalagi kemarin jamaah haji kita didominasi oleh jamaah lansia, kurang lebih 60 ribu jamaah, sehingga coverage yang diberikan oleh BPJS (Ketenagakerjaan) ini tentu akan sangat bermakna buat teman-teman yang kemarin bertugas,”ucapnya.

Diketahui sebelumnya bahwa almarhum mendapatkan amanah dari Kementerian Agama untuk menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Tahun 2023 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 402 Tahun 2023. Guna memberikan rasa aman dan bebas cemas saat bekerja, Kemenag membekali para petugas haji yang berjumlah 4.600 orang dengan perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Anggoro mengatakan bahwa kejadian ini diharapkan mampu mengetuk hati para pemberi kerja bahwa terdapat risiko yang dihadapi oleh tenaga kerjanya, termasuk juga petugas yang telah mendedikasikan diri untuk melayani para jemaah haji di tanah suci. Oleh karena itu perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi hal yang wajib dimiliki para pekerja.

“Kami atas nama BPJS Ketenagakerjaan mengucapkan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi. Manfaat yang kami berikan merupakan hak almarhum sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan bukti negara hadir melindungi warganya. Tentu sebesar apapun manfaat ini, tidak akan pernah bisa menggantikan kehadiran almarhum di tengah-tengah keluarga. Namun setidaknya almarhum telah meninggalkan bekal bagi istri dan anaknya untuk bisa melanjutkan kehidupan dengan layak dan meneruskan pendidikan hingga lulus kuliah,”ungkap Anggoro.

Dalam kesempatan tersebut Anggoro juga mengapresiasi dukungan penuh Menag Yaqut lewat terbitnya Keputusan Menteri Agama Nomor 433 Tahun 2023 yang di dalamnya mengatur tentang pemberian bantuan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di bawah ekosistem Kemenag. Hadirnya aturan ini tentu sangat dinanti oleh berbagai pihak karena dalam waktu dekat para guru dan tenaga kependidikan di Kementerian Agama akan mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya saat ini baru 252 ribu pekerja di ekosistem Kemenag yang sudah terlindungi.

“Kami mengapresiasi komitmen bapak Menteri Agama atas adanya Keputusan Menteri Agama nomor 402 tahun 2023, di mana semua petugas haji itu dilindungi dan tentu saja kabar gembira bagi guru dan tenaga kependidikan dengan adanya Keputusan Menteri Agama nomor 433 yang melindungi seluruh guru dan tenaga kependidikan, nantinya akan terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan. Ini juga selaras dengan instruksi bapak presiden untuk bersama-sama kita mengoptimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan yang tertuang dalam Inpres nomor 2 tahun 2021,”imbuh Anggoro.

Seraya menutup kegiatan tersebut, Menag Yaqut bersama Dirut Anggoro juga menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 129 Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Kementerian Agama.

“Tentunya ini menjadi permulaan yang baik dan kami berharap seluruh pekerja di ekosistem ini tidak perlu was-was karena seluruh risiko kerjanya dialihkan kepada negara melalui BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sejalan dengan kampanye Kerja Keras Bebas Cemas yang sejak tahun lalu digalakkan secara masif  oleh BPJS Ketenagakerjaan. Mudah-mudahan ikhtiar kita bersama membantu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh pekerja Indonesia,”tutup Anggoro.

Senada dengan hal tersebut  Kepala BPJamsostek Cabang Sulawesi Tengah Lubis Latif, Selasa (22/08/2023) mengatakan perlindungan ketenagakerjaan dari BPJamsostek saat ini semakin luas dimana untuk menjadi peserta tidak harus memiliki pekerjaan formal atau tetap, namun BPJamsostek juga membuka ruang untuk perlindungan yang bersifat periodic atau dimoment tertentu diantaranya atlet yang mengikuti kegiatan turnamen.

“Sekarang BPJamsostek itu selain memberi perlindungan bagi pekerja formal dan informal, kami juga sudah membuka ruang bagi perlindungan bagi sejumlah momen yang dilakukan seperti petugas pendamping Jemaah haji itu kan mereka sekitar 1 bulan lebih jadi mereka bisa jadi peserta bisa sampai 3 bulan karena mereka kan memiliki resiko saat bertugas. Begitu juga dengan atlet mereka diberikan perlindungan selama kegiatan turnamen dan kemarin atlit KONI Palu juga kan ada juga yang didaftarkan dan mengalami musibah saat ikut kegiatan itu, kita bayarkan santunan kematiannya,”terangnya.

Ditambahkan meski kepesertaan yang didaftarkan pada momen tertentu, BPJamsostek tetap membuka ruang bagi petugas Jemaah haji atau atlit untuk tetap menjadi peserta dengan beralih menjadi peserta mandiri. (*/ron)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!