15 June 2024
28.5 C
Palu

Gelar Penyuluhan Moderasi Beragama, FKUB Palu Undang Seluruh Perwakilan Agama di Kelurahan Nunu

Must read

 

PALU – Dalam upaya untuk menguatkan pemahaman beragama yang moderat di tengah masyarakat yang majemuk, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu melaksanakan kegiatan Penyuluhan Moderasi Beragama dengan tema “Pengarusutamaan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan wujud kampung moderasi yang toleran”, di Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Selasa (1/8).

Ketua FKUB Kota Palu Ismail Pangeran mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan penyuluhan sekaligus sosialisasi tentang moderasi beragama khusus di Kelurahan percontohan moderasi beragama yang ditetapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu yaitu Nunu dan Tondo.

“Jadi dua Kelurahan ini merupakan percontohan, tujuannya apa?, untuk memperkuat apa yang telah ditetapkan hasil launching kemarin oleh Kementerian Agama untuk memperkuat moderasi beragama, agar supaya masyarakat khususnya para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda benar-benar berperan di dalam mensosialisasikan ke akar rumput tentang moderasi beragama,” jelas Ismail Pangeran kepada Radar Sulteng.

Di dalam diskusi ini sebut Ismail Pangeran, para peserta yang merupakan perwakilan-perwakilan agama ini meminta kalau bisa dibentuk sekarang forum kerukunan umat beragama tingkat Kelurahan Nunu, untuk menjadi percontohan bagi Kelurahan lain sekaligus untuk merekatkan hubungan persaudaraan di kalangan masyarakat yang ada di Kelurahan Nunu.

“Jadi kebetulan saat Kepala Kementerian Agama Kota Palu Dr H Nasruddin L Midu membawa materi pertama sekaligus membuka acara penyuluhan moderasi beragama ini, itu permintaan peserta kepada saya,” lanjut Ismail Pangeran.

Peserta sendiri kata Ismail Pangeran merupakan seluruh perwakilan agama diantaranya dari Muslim, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu dari Kelurahan Nunu. Sehingga melalui kegiatan ini bisa menjadi percontohan kepada seluruh Kelurahan, bahwa moderasi agama itu sangat penting dilaksanakan untuk memperkuat dan mempererat tali silaturahim.

“Dalam kearifan lokal kita disebut nosialapale saling bergenggaman tangan antara satu dengan lain, dan melupakan semua perbedaan yang ada,” jelas Ismail Pangeran.

Dia menambahkan, pemateri dari penyuluhan moderasi beragama selain Kepala Kementerian Agama Kota Palu, juga perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, yang ketiga dari unsur Pendeta dan keempat dirinya sendiri selaku Ketua FKUB Kota Palu dalam rangka mempertegas pentingnya moderasi untuk mendapatkan kerukunan antar umat beragama.

Olehnya itu, selaku Ketua FKUB dan seluruh jajaran FKUB Kota Palu berharap agar supaya moderasi beragama benar-benar terlaksana dengan baik, menjadi sikap dan perilaku serta ucapan yang baik bagi masyarakat Kota Palu untuk menjadi contoh kepada orang lain, masyarakat lain yang berada di Kabupaten lain misalnya.

“Jadi ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif, untuk mengharapkan kepada masyarakat mari kita pertahankan apa yang sudah kita jalin selama ini untuk menjadi sebagai contoh kepada masyarakat lain,” sebutnya.

Di sisi lain, menurut Ismail Pangeran, dipilihnya Nunu dan Tondo sebagai Kelurahan Percontohan Moderasi Beragama memang pantas, karena yang pertama dua Kelurahan ini sangat prural, multi agama. “Yang kedua juga merupakan salah satu cara untuk meredam konflik-konflik internal dan eksternal, jadi mari kita bersama-sama membangun kita punya Kelurahan, membangun kita punya kota ini,” tutupnya.(acm)

 

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!