14 April 2024
24.6 C
Palu

Programkan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Perpunas Gelar Bimtek SPP-TIK di Sulteng

Must read

PALU – Dalam rangka menciptakan masyarakat sejahtera melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, Perpustakaan Nasional RI, Senin (8/5) menggelar Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi atau dapat disebut Bimtek SPP-TIK ditingkat Provinsi.

Kegiatan ini juga merupakan upaya Capacity Building dengan memberikan penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi bagi para pengelola perpustakaan dalam meningkatkan layanan perpustakaan sehingga menghasilkan produk bernilai tambah dan daya saing serta memberikan keunggulan kompetitif bagi masyarakat, melaksanakan advokasi kepada pihak-pihak yang berpotensi mendukung kegiatan perpustakaan dalam berbagai bentuk, baik material maupun non material, serta melakukan publikasi kegiatan TPBIS dari yang paling sederhana melalui media sosial hingga media arus utama.

Diwilayah Sulteng sendiri kegiatan ini dilaksanakan disalah satu hotel di Kota Palu yang diikuti para pengelola perpustakaan yang menjadi penerima Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di tahun anggaran berjalan.

Tujuan diselenggarakannya TPBIS ini secara umum terangkum dalam arah kebijakan Perpustakaan Nasional Tahun 2020-2024, yaitu, peningkatan SDM melalui penguatan budaya literasi dan pemasyarakatan budaya kegemaran membaca, penguatan konten literasi dan transformasi perpustakaan melalui peningkatan akses dan kualitas layanan berbasis inklusi sosial bagi terwujudnya masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif dan berkarakter.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulteng, Drs. I Nyoman Sriadijaya MM mengatakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, bertujuan untuk mengubah paradigma tentang Perpusatakaan yang dulunya dikenal sebagai gundang buku, tempat membaca dan tempat meminjam buku.

“Dengan dilakukannya transformasi itu, diharapkan pemustaka itu mampu mengusai informasi subjek tertentu, kemudian mampu mengimplementasikanya dengan inovasi untuk melahirkan produk barang dan jasa,” ujarnya saat ditemui Radar Sulteng ditengah-tengah kegiatan.

Menurutnya, literasi bukan hanya sekedar baca tulis atau merangkai abjad menjadi kata dan menjadi kalimat, namun literasi juga harus diimplementasikan dari ilmu yang didapatkan dengan meujudkannya dalam ivonasi melalui keterampilan. Di Sulteng menurutnya ada banyak potensi lokal dan sumber daya yang melimpah, hanya saja kata dia masih banyak masyarakat yang belum memahami teknologi informasi sehingga menghambat perkembangan dan meningkatkan pendapatan daerah.

“Orang yang menguasai teknologi informasi tentu memilki keterampilan. Dan dari situ tentu dengan keterampilan itu bisa mengelolah potensi lokalnya untuk meningkatkan pendapatanya sendiri,” tuturnya.

Dengan adanya, Bimtek SPP-TIK dia berharap agar para peserta mampu melakukan advokasi yang melibatkan seluruh stakeholder. Sehingga program ini dapat tepat sasaran dan dapat diadopsi diberbagai daerah yang ada di Sulteng.

“Ini merupakan program Nasional dari Perpusatakan Nasional RI yang patut kita dukung, agar mampu mensejahtrakan masyarakat,” pungkasnya. (win)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!