14 April 2024
24.6 C
Palu

Hari Karantina ke 146, Semangat Memberi Layanan yang Mudah dan Maksimal

Karantina Pertanian Palu Luncurkan Aplikasi SI-CERMAT

Must read

PALU – Momentum Hari Karantina ke 146 dijadikan sebagai semangat baru bagi insan Karantina Sulawesi Tengah untuk semakin memberi layanan yang maksimal. Peringatan Hari Karantina tahun ini, juga terasa spesial, karena telah resminya Badan Karantina Indonesia terbentuk.

Integrasi antara Karantina Pertanian dan Karantina Perikanan menjadi Badan Karantina Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 45 tahun 2023 tentang Badan Karantina Indonesia yang berlaku pada 20 Juli 2023. Badan Karantina Indonesia adalah lembaga pemerintah yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. Untuk Amanah besar ini, pada 4 September 2023 Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Dr Sahat Manaor Panggabean sebagai pucuk pimpinan Badan Karantina Indonesia.

“Penggabungan sesuai Pepres ini, tiada lain tujuannya untuk mempermudah layanan. Dahulu karantina perikanan bagian pula dari kami karantina pertanian. Saat ini gabung kembali, yang tujuannya memang untuk mempermudah layanan kepada masyarakat,” ungkap Kepala Balai Karantina Pertanian Palu, Indra Dewa pada peringatan Hari Karantina ke 146, di halaman Kantor Karantina Pertanian Palu, Kamis (12/10/2023).

Khusus di daerah sendiri, lanjut Indra, baik karantina pertanian maupun karantina perikanan masih menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing, sambil menunggu definitifnya penggabungan karantina di tingkat daerah. Meski begitu, sinergi tetap dilakukan antara karantina pertanian dan juga karantinan perikanan.

“Tupoksi kami masih berjalan, sambil menunggu penggabungan. Tidak ada layanan yang berhenti di masa transisi penggabungan di tingkat daerah. Kami malah sudah lebih dulu meningkatkan layanan, dengan membuat sistem aplikasi yang mempermudah pengguna jasa karantina,” ungkap Indra.

LAUNCHING APLIKASI: Kepala Karantina Pertanian Palu, Indra Dewa dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, Nelson Metubun menekan secara simbolis tanda diresmikannya aplikasi SI-CERMAT. FOTO: DOK. KARANTINA SULTENG

Sitem aplikasi yang dimaksud adalah SI-CERMAT (Sistem Integrasi Cepat, Efektif, Responsif, Mudah, Akuntabel dan Transparan). Aplikasi yang bersifat paperless atau pengurangan penggunaan kertas ini, memungkinkan pengguna jasa karantina cukup bermohon melalui sistem aplikasi ini secara online.

“Semuanya by sistem. Semua produk yang akan keluar, cukup didaftarkan tanpa ketemu dan ini juga mencegah penyimpangan termasuk korupsi. Namun untuk pendampingan di lapangan tetap ada pegawai yang mengecek langsung,” tuturnya.

Apa yang diinisiasi oleh Kepala Karantina Pertanian ini, juga untuk mendukung Sulawesi Tengah yang telah ditetapkan menjadi Kawasan Pangan Nasional (KPN) sebagai daerah penyanggah di Ibukota Nusantara (IKN). Indra juga menuturkan pihaknya melakukan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Sulawesi Tengah untuk menyemarakan Hari Karantina, yakni kegiatan karantina peduli berupa donor darah yang dilaksanakan bekerjasama dengan PMI Provinsi Sulawesi Tengah, Pameran Display Produk serta launching SI-CERMAT. Di akhir acara, Karantina juga menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi dan sejumlah stake holder terkait yang selama ini mendukung tugas-tugas Karantina di Sulteng.

Sementara itu, Kepala Dinas TPH, Nelson Metubun yang mewakili Gubernur Sulawesi Tengah mengatakan, momen hari Karantina ini menjadi sebuah semangat dan komitmen dalam mengawal tugas- tugas karantina di daerah ini. Sebuah amanah besar dengan organisasi baru sehingga adanya transformasi tugas yang diemban makin perlu diperkuat.

“Semoga sinergitas dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam rangka pelaksanaa peran dan tugas perkarantinaan di sulawes tengah semakin terjaga dengan baik dan solid,” ucap Nelson.

Semakin kuatnya karantina, dengan penggabungan karantina pertanian dan karantina perikanan, diharapkan menjadi palang pintu terakhir, masuk keluarnya komiditas pangan di Sulawesi Tengah. Terlebih Sulawesi Tengah yang telah ditetapkan menjadi KPN, akan menyanggah kebutuhan pangan bagi IKN nantinya.

“Kita ini daerah penyanggah, bila tidak ada karantina, pangan yang keluar ke IKN tentu tidak terproteksi dengan baik. Untuk itu saya berharap di usia ke 146 Tahun, Karantina semakin ketat menjaga masuk keluarnya bahan pangan di Sulawesi Tengah, dan menjadi instansi yang mandiri dan lebih profesional,” tandasnya. (agg)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!