19 May 2024
29.5 C
Palu

Jumlah Komunitas yang Diedukasi Melebihi dari Target

Balai POM di Palu Evaluasi Inovasi KAFE OM

Must read

PALU – Dari target 10.000 komunitas yang ingin diedukasi lewat program inovasi KAFE OM “KKN Asyik Fasilitator Edukasi Obat dan Makanan” terkait dengan masalah stunting yang diinisiasi oleh Balai POM di Palu, rupanya melebihi dari target yang ada, yakni sebesar 10.265 komunitas.

Sebagaimana diketahui kondisi stunting di Sulawesi Tengah cukup tinggi bahkan menurut data menduduki peringkat ke tujuh nasional dalam hal prevalensi stunting yaitu 28,2 persen. Olehnya itu, Balai POM di Palu melalui inovasi ini berusaha untuk memberikan kontribusi terhadap percepatan penurunan prevalensi stunting.

Dalam KAFE OM, Balai POM di Palu melibatkan 100 mahasiswa Universitas Tadulako dengan KKN yang disebar di 13 kabupaten/kota yang ada di Sulteng selama satu bulan.

“Dari target yang kita ditetapkan oleh Balai POM di Palu minimal sebesar 10.000 ribu, ternyata kita dapatkan 10.265 ribu, artinya melebihi target yang sudah ditentukan,” kata Kepala Balai POM di Palu Agus Riyanto S.Farm., Apt di kegiatan Monitoring Evaluasi Inovasi KAFE OM dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di Gedung Pogombo, Rabu (13/9).

Agus Riyanto berharap dari hasil KKN pada tahun ini ada beberapa manfaat yang diperoleh. Yang  pertama bagi mahasiswa-mahasiswi KKN tentunya sebagai agen fasilitator keamanan pangan tahun 2023 dapat memperoleh manfaat secara langsung yaitu terselesaikannya agenda KKN sebagai syarat untuk kelulusan.

“Kemudian bagi komunitas yang diintervensi mendapatkan pemahaman tentang keamanan obat dan makanan, khususnya dalam peningkatan pemahaman tentang keamanan pangan dalam upaya pencegahan stunting,” sebut Agus Riyanto.

Dan ketiga bagi pemerintah daerah, kegiatan ini semoga dapat mendukung upaya pencegahan stunting, sehingga angka stunting khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah dapat ditekan.

Keempat bagi Balai POM diharapkan dengan adanya program ini, Badan POM lebih dikenal oleh masyarakat yang mungkin selama ini hanya masyarakat di kota yang mendapat informasi terkait adanya Badan POM.

“Namun dengan adanya program KKN dengan menyentuh sampai di wilayah di pedesaan, sehingga diharapkan keberadaan Badan POM lebih dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dan kelima bagi Universitas atau kampus, adalah sebagai bentuk implementasi kerjasama dengan instansi pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa menciptakan sumber daya manusia unggul khususnya terkait badan makanan.

Sementara itu, Gubernur Sulteng yang diwakili Kepada Dinas Kesehatan Sulteng dr I Komang Adi Sujendra yang membuka kegiatan Monitoring Evaluasi Inovasi KAFE OM ini, mengapresiasi atas inisiatif Balai POM di Palu, bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di Sulteng yang telah menjadikan program KKN sebagai sarana penyebaran informasi pengawasan obat dan makanan.

“Melalui kegiatan ini besar harapan kami semoga dapat mempercepat penurunan stunting di Sulawesi Tengah, serta mampu meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat terhadap pangan yang aman dan bermutu,” kata I Komang Adi.

Dia menambahkan, mahasiswa peserta KKN sebagai kader yang diharapkan mampu untuk menjadi corong dalam upaya penyebarluasan informasi keamanan pangan secara massif melalui media sosial dan media cetak.

“Semoga dengan sinergitas dan komitmen kita semua dapat bermanfaat untuk mewujudkan Sulteng bebas dari stunting,” tutupnya.(acm)

 

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!