15 June 2024
29.6 C
Palu

Bidang PK-PLK Pererat Silahturahmi Bersama Kejati, BPKP dan Untad

Must read

PALU – Sinergitas antar instansi terjalin dalam kegiatan silahturahmi yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK). Kegiatan yang digelar di SLB Adjerni Sunusi, Kelurahan Silae, Kota Palu itu, dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Perwakilan BPKP Sulteng dan Wakil Rektor Universitas Tadulako.

Kepala Bidang PK-PLK, Dr Minarni Nongtji SPd MSi menyampaian, kegiatan silahturahmi ini digelar, guna mempererat kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang PK-PLK bersama Kejaksaan Tinggi Sulteng, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sulteng serta Universitas Tadulako dan unsur kepolisian dalam hal ini Tipikor Polda Sulteng. Tujuannya, yakni bagaimana program-program yang dijalankan PK-PLK sesuai dengan aturan berlaku, lewat arahan lembaga-lembaga tersebut. “Tim advisor yang terbentuk sudah ada sejak 2013, dan terdiri dari Kejati, BPKP, Tipikor Polda dan juga pihak Untad. Lewat silahturahmi ini, kerjasama yang sudah ada ini kita pererat lagi,” sebut Minarni, Selasa malam (20/12).

Kegiatan silahturahmi tersebut, lanjut Minarni, tidak lepas dari arahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana, untuk mempertemukan kembali para pimpinan lembaga, di mana beberapa di antaranya merupakan pejabat baru. “Terimakasih  kami ucapkan mewakili ibu kadis yang tengah tugas di luar daerah dan tidak bisa ditinggalkan, kepada bapak Kajati dan Bapak Kepala Perwakilan BPKP Sulteng yang sudah mau hadir bersama kami saat ini. Menjadi  kebanggan juga, karena sejak 2013 kami kerjasama, baru ini Kajati mau hadir bersama kami,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan, bahwa Bidang PK-PLK merupakan bidang yang mengurusi terkait anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan yang layak. Baik itu di Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun di sekolah regular yang menyelenggarakan pendidikan inklusi. Selain itu, Bidang PK-PLK juga menangani sekolah-sekolah yang memiliki cerdas istimewa dan bakat istimewa. “Perlu kami laporkan ketika menjabat Kepala Bidang di 2012 silam, SLB di Sulteng hanya ada 9. Sedangkan saat ini kami sudah memiliki 32 SLB se Sulteng, dengan begitu anak-anak disabilitas memiliki kesempatan dan punya hak mendapatan pendidikan yang layak,” ungkap Minarni.

Meski memang diakui Minarni, saat ini yang paling banyak adalah SLB yang dikelola oleh yayasan, seperti SLB Adjerni Sunusi, tempat digelarnya kegiatan ini. Disampaikan Minarni, bahwa SLB Adjerni Sunusi dibangun lebih dulu dengan lahan maupun bangunan milik yayasan. Penggajian para guru-guru di awal juga menggunakan dana yayasan. “Ini bentuk peran aktif dari yayasan yang peduli dengan nasib pendidikan anak disabilitas. Yayasan juga menyiapkan mobil yang mengantar jemput anak-anak di SLB ini,” jelasnya.

Partisipasi instansi yang terlibat dalam kerjasama ini pun, disampaikan Minarni, sangat penting demi keberlangsungan pendidikan khususnya bagi anak-anak penyandang disabilitas. Untuk itu, dia mendoakan, agar kehadiran pimpinan-pimpinan instansi yang hadir ini mendapat keberkahan. “Saya juga doakan Insya Allah kita yang hadir hari ini Sembilan puluh sembilan persen masuk surga, satu persennya lagi bila ikhlas,” tutup Minarni.

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Rudy Dewanto SE MM dalam kesempatan itu menyampaikan, agar Bidang PK-PLK terus menerus melakukan pelayanan yang maksimal terhadap pendidikan khusus. Rudy yang hadir mewakili Gubernur Sulteng, juga berharap, dukungan dari Kejati Sulteng dan BPKP terkait dengan pengelolaan keuangan termasuk pelayanan kepada masyarakat. “Sebagaimana kita ketahui, bahwa aturan mengamanatkan 20 persen dari APBD dialokasikan untuk Pendidikan, dan sebagian itu dialokasikan untuk SLB. Sehingga, memang perlu pengawasan dan juga arahan dari instansi-instansi terkait ini,” jelas Rudy.

Dia juga berharap, kegiatan silahturahmi yang mempertemukan para pimpinan-pimpinan lembaga ini, dapat dilanjutkan tidak hanya sekali setahun. Hal ini penting agar komunikasi antar lembaga terjalin baik, guna tujuan akhirnya bagaimana membangun daerah Sulawesi Tengah ini kea rah lebih baik lagi sesuai visi-misi Gubernur Sulawesi Tengah. “Memang kita ketahui untuk SLB anggarannya masih minim, namun itu bukan menjadi kendala dan halangan. Saya yakin, Dr Minarni tetap semangat mengelola seluruh SLB yang ada di Sulawesi Tengah,” tandas Plt Sekdaprov Sulteng.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, Agus Salim SH MH mengatakan, bahwa suatu kehormatan baginya bisa berkumpul dengan para pimpinan-pimpinan instansi. Kejaksaan sendiri kata dia, siap mendukung terkait tata kelola pemerintahan, agar tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. “Kami institusi kejaksaan, melakukan tugas dan fungsi, tidak hanya tajam ke atas, namun juga humanis ke bawah. Kegiatan ini merupakan komunikasi informal yang efektif,” jelasnya.

Sudah bukan saatnya lagi, aparat penegak hukum ditakuti, namun bagaimana justru mendukung program pemerintah agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia pun mengucapkan terimakasihnya kepada Kabid PK-PLK, yang sudah berinisiatif mengumpulkan para pimpinan instansi. “Yang tadinya tidak saling kenal, kita bisa berjumpa di sini. Saya sependapat kegiatan semacam ini dilakukan berkala, tidak penting di mana  saja, yang penting komunikasi kita terjalin baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Sulteng, Evenri Sihombing menyampaikan, bahwa pendidikan khusus ini menjadi penting bagi anak-anak disabilitas. Untuk itu lah diperlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah terhadap fasilitas maupun tenaga pengajar di SLB. “Namun lewat yayasan-yayasan ini, kekurangan yang ada ditutupi. Semoga jadi berkah tersendiri bagi yayasan, karena sudah mau mengurusi anak-anak SLB. Kedepan kita berharap fasilitas SLB bisa menunjang lebih baik lagi,” kata Evenri.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama Lembaga Untad Palu, Prof Dr Amar, yang juga merupakan Rektor Untad Terpilih, dalam sambutannya, juga menyatakan kesiapannya mendukung Dinas Pendidikan melalui Bidang PK-PLK memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak disabilitas. Bentuk dukungan tersebut, lewat pelibatan sejumlah dosen dalam hal peningkatan kapasitas guru SLB maupun peningkatan kerjasama lainnya di bidang pendidikan. “Pada intinya, kami Untad memberikan support sepenuhnya bagi dunia pendidikan di Sulawesi Tengah, khususnya bagi anak-anak disabilitas,” ungkap Prof Amar.

Selain para pimpinan instansi, turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Palu, dr Reny Lamadjido, Ketua Yayasan Adjerni Sunusi, Ir H Iskandar Nongtji, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Ir Abdullah, Inspektur Inspektorat Sulteng dan sejumlah pejabat lingkup Pemprov Sulteng.  (agg)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!