25 June 2024
24.4 C
Palu

Aktivis Pospera dan Pena 98 Kunjungi Yahdi Basma di Rutan Maesa

Must read

PALU-Kawan perjuangan terpidana Yahdi Basma, dari Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) pusat, dan dari Persatuan Nasional Aktivis 98 (Pena 98) baru saja mengunjungi atau membesuk terpidana perkara IT ini di Rutan Maesa Palu, Rabu (22/03/2023).

Solidaritas para aktivis ini datang dengan ratusan simpatisan mahasiswa dan elemen masyarakat pro demokrasi, yang dipimpin Ketua DPP Pospera pusat, Mustar Bona Ventura Manurung, didampingi Ketua dan anggota aktivis Pena 98 Sulawesi Tengah (Sulteng) Aim Ngadi dkk, Direktur Yayasan Tanah Merdeka Arianto Sangaji, aktivis Bantaya, serta solidaritas relawan Hunian Tetap (Huntap) Petobo Palu.

Para aktivis ini mengunjungi Yahdi Basma dan dimanfaatkan berdiskusi selama kurang lebih satu setengah jam, setelah pihak Rutan Maesa memberikan izin besuk. Tentu saja, dari ratusan aktivis itu hanya diperkenankan 15 orang perwakilan untuk masuk membesuk Yahdi Basma secara langsung.

Usai membesuk di ruang besuk tahanan, Ketua Pospera pusat, Mustar Bona Ventura Manurung menjelaskan maksud dan tujuan dari pertemuannya dengan Yahdi Basma.

Menurut Mustar, pihaknya datang membesuk karena sesama aktivis pro demokrasi. Ada rasa solidaritas dari kegiatan besuk itu. Elemen Pospera dan Pena 98 tidak mau membiarkan Yahdi berjuang sendiri dalam menghadapi perkara hukumnya. Dia menilai, apa yang dilakukan Yahdi Basma hingga dipenjara adalah kritikan terhadap penguasa daerah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng. Namun pengusasa daerah saat itu enggan dikritik.

“ Yah kami membesuk kawan kami Yahdi Basma, sesama aktivis Pospera dan Pena 98 ini. Kami tidak ingin membiarkan kawan kami Yahdi Basma berjuang sendiri menghadapi perkara hukumnya, “ kata Mustar.

Dijelaskakannya, masih ada jalan lain yang akan ditempuh Yahdi Basma, yang kini sedang dirancang oleh kawan-akawan aktivis Pospera dan Pena 98.

“ Proses hukum ini telah mencederai demokrasi kita. Sebab pasal yang dikenakan ke Yahdi Basma bukan prinsip, tetapi sangat kental arogansi kekuasaan, “ sebutnya.

“ Karena itu, masih ada upaya hukum yang akan kita upayakan untuk membebaskannya, “ tandas Mustar Bona Ventura.

Sementara itu, Moh. Masykur yang akrab disapa Theo, yang merupakan teman aktivis 98 Yahdi Basma di hadapan wartawan mengatakan soal proses Yahdi Basma sebagai anggota DPRD Sulteng apakah masih berstatus anggota atau bukan enggan dikomentarinya.

“ Masalah keanggotaan dia sebagai anggota DPRD itu lain yah. Kita hadir disini menyatakan sikap dan dukungan kita masih dalam satu baris perjuangan. Sampai hari ini Yahdi Basma itu masih anggota DPRD, “ tutur Theo.

Sedangkan anak dari Yahdi Basma, Diah Islami Yahdi, yang juga menjenguk ayahnya kemarin mengungkapkan perasaannya, bahwa apa yang dilakukan ayahnya tidak salah.

“ Ayah saya tidak bersalah. Apa yang ayah lakukan itu baik. Untuk mengeritik pemerintah saja supaya jalannya pemerintahan bejalan dengan baik sesuai amanah. Karena ayah saya seorang anggota DPRD jadi dia harus berbicara tegas seperti itu, walaupun pahit, “ sebut Diah Islami.(mch)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!