24 July 2024
25.9 C
Palu

Bakti Kesehatan Polda Sulteng di RS Bhayangkara

Must read

PALUI-Polda Sulteng menggelar aksi bakti kesehatan donor darah, dengan mengusung tema “Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas” dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 78, yang digelar di Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara, Senin (24/06/2024).

Kapolda Sulteng Irjen Agus Nugroho, membuka secara resmi kegiatan bakti kesehatan Bhayangkara tersebut. Sebanyak 38 Pasien, baik penderita celah bibir, katarak, serta stunting diperiksa terlebih dahulu (diskrining) sebelum dilakukan operasi.

Kapolda Irjen Agus Nugroho mengatakan, kegiatan ini didasari oleh rasa keprihatinan kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Ini merupakan bentuk keprihatinan kami sebagai pengayom masyarakat. Saya digaji oleh masyarakat, sudah sepantasnya kami institusi Polri untuk memberikan bantuan dan pelayanan bagi masyarakat yang kurang mampu, ” kata Kapolda.

Salah satu pasien operasi katarak, Arfan mengaku sangat terbantu dengan adanya program operasi katarak gratis ini. “Saya berharap kegiatan seperti ini berkelanjutan, agar masyarakat kurang mampu dapat menerima manfaatnya, ”ucapnya.

Selain itu Kapolda Sulteng juga memberikan penghargaan bagi empat dokter yang dianggap berjasa melayani pasien di RS Bhayangkara Palu. Serta memberikan bantuan berupa tali asih kepada perwakilan pasien yang mengikuti operasi.

Tidak hanya itu, untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat, Kapolda Sulteng juga membangun gedung perawatan baru di RS Bhayangkara.

Sementara itu, Wakil Kepala RS Bhayangkara AKP Razak, dalam keterangannya menambahkan bahwa operasi celah bibir akan dilakukan pada 26 Juni, sebelumnya para pasien yang akan dioperasi masih menjalani skrining misalnya darah, dan sebagainya.

Dijelaskan Razak, peserta bakti kesehatan ini berasal dari Kota Palu, Donggala, Sigi, Buol, dan Banggai. Kegiatan ini bekerjasama dengan komunitas dokter ahli dari Smile Freinds, sedangkan ahli katarak berasal dari Yayasan Suci.

Untuk celah bibir anak-anak itu berusia 3 hingga 8 tahun, sedangkan untuk katarak pasiennya berusia 45 sampai 60 tahun. Mereka berasal dari masyarakat yang tidak mampu, dan rata-rata belum memiliki BPJS.

“Mereka kami dapatkan setelah petugas kami di tingkatan desa, Bhabinkamtibmas, mencari warga masyarakat yang mau menjadi peserta aksi bakti kesehatan ini, “ pungkas Razak.(mch)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!