19 May 2024
29.5 C
Palu

50 dari 473 TKBM di Pelabuhan Pantoloan Sudah Miliki Sertifikat

Must read

PALU – Menurut data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Palu sebanyak kurang lebih 473 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Pantoloan, dan 50 diantaranya baru-baru ini telah mengantongi sertifikasi setelah melalui peningkatan kualitas tenaga kerja bongkar muat selama 2 hari yang digelar KSOP Kelas II Palu.

“Baru sebagian kecil yang mengikuti uji pelatihan dan kompetensi. Saya berharap nantinya seluruh TKBM yang ada di Pantoloan itu sudah memiliki sertifikasi dan uji kompetensi, sehingga dalam bekerja mereka sudah mengetahui disiplin dan menambah pengalaman, pengetahuan mereka tentang pekerjaan itu,” kata Kepala KSOP Kelas II Teluk Palu, Mursidi SE ME.

Tujuan dari pelatihan itu menurut Mursidi adalah peningkatan kinerja dari diri para TKBM, jika kinerja TKBM itu meningkat maka pekerjaan bongkar muat juga akan lebih efektif dan efisien, sehingga nantinya kegiatan keseluruhan seperti di Pelabuhan itu bisa meningkat.

“Tingkat efektivitas atau kinerja Pelabuhan itu kan salah satu faktornya diukur oleh TKBM secara keseluruhan,” jelas Mursidi.

TINGKATKAN PENGETAHUAN : Kegiatan peningkatan kualitas tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Pantoloan selama 2 hari yang digelar KSOP Kelas II Palu.

Olehnya itu, terkait dengan peningkatan kualitas tenaga kerja bongkar muat lewat pelatih dan uji kompetensi Mursidi berharap nanti ke depan semuanya sudah bisa mengikuti, minimal akan bertahap dan berjenjang.

“Tahun depan bisa 150 orang sehingga nanti tahun berikutnya mereka sudah bersertifikat semua,” singkatnya.

Dalam pelatihan selama dua hari itu, para TKBM tambah Mursidi selalin menerima materi juga sekaligus praktik di lapangan. Yang dilatih adalah cara mereka mengenal jenis barang yang dibongkar atau dimuat, karena jenis barang itu bermacam-macam apalagi jenis barang berbahaya, TKBM harus tahu benar mana barang berbahaya, mana barang cair, padat dan sebagainya.

Mursidi menjelaskan, penanganannya dari masing-masing barang itu perlu keterampilan khusus, sehingga ini menjadi salah satu materi yang diberikan kepada TKBM termasuk mengetahui apa pekerjaan mereka semuanya mulai stevedoring, cargodoring, receiving/delivery.

“Mungkin mereka secara praktik sudah paham itu, tetapi secara teoritis dan secara materinya mereka belum terlalu banyakmengetahui tentang arti jenis barang dan sebagainya, termasuk yang paling penting adalah penggunaan dari alat pelindung diri, terus bagaimana melengkapi diri untuk keselamatannya, karena keselamatan kerja itu salah satu yang terpenting,” tegasnya.

Pelatihan dan uji kompetensi ini juga kata Mursidi merupakan salah satu amanat dari Menteri Perhubungan untuk mensertifikasi semua pekerja di Pelabuhan. Maka menjadi salah satu tugas dari KSOP yang diamanatkan  oleh Menteri Perhubungan.

“Saya berharap ke depan itu diikuti lagi dengan yang belum melakukan pelatihan dan uji kompetensi, saya berharap dua tahun ke depan atau setahun ke depan mereka sudah semuanya mengikuti pelatihan,” tutupnya.(acm)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!