15 June 2024
29.6 C
Palu

Siswi SD Jadi Korban Pelecehan Seksual di Huntara

Must read

PALU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Ratna Mayasari Agan, turut prihatin dengan adanya kasus kekesaran seksual yang ada di Hunian Sementara (Huntara). Hal itu disampaikan oleh para massa aksi yang mengatasnamakan Forum Penyintas, Rabu (8/3), di Ruang Sidang Utama DPRD Palu. Perwakilan aksi menyampaikan bahwa kekerasan disebabkan karena kondisi Huntara yang sudah tidak layak lagi untuk dihuni, apalagi bagi kaum perempuan.

Seorang penyintas perempuan yang masih tinggal di Huntara Hutan Kota, Saritini Haris, menyampaikan bahwa kondisi Huntara yang sudah tidak layak lagi, membuat penyintas perempuan tidak nyaman. Hal itu karena perempuan adalah masuk dalam kelompok rentan, sehingga sesuatu hal, seperti kamar mandi harus dipisahkan antara kamar mandi laki-laki dan perempuan. “Karena pernah terjadi suatu kasus pelecehaan seksual korbannya adalah anak Sekolah Dasar (SD) di Huntara yang saat ini saya tempati. Sekarang sudah putus sekolah dan tidak lanjut sekolah,” ungkapnya.

Kasus kekerasan seksual ini sudah ditangani oleh aparat kepolisian, dan pelakunya sudah menjalani hukuman di Rutan Maesa Palu, sehingga dia berharap tidak ada lagi korban seksual di Huntara. “Hak-hak perempuan harus diutamakan,” tegasnya.

Menyahuti hal itu, anggota DPRD Palu, Ratna Mayasari Agan, sangat merasa prihatin dengan nasib perempuan yang tinggal di Huntara, sehingga dirinya meminta agar hal ini segera dicarikan solusi dengan mengagendakan kembali rapat dengar pendapat dengan pihak terkait. “Apalagi sampai ada korban seksual ini menjadi penting segera dicarikan solusi, karena saya juga perempuan, jadi tahu betul apa yang menjadi kebutuhan perempuan, ” ujarnya.

Beban tinggal di Huntara juga harus dipikirkan oleh Pemkot Palu, meskipun tidak ada landasan para penyintas tidak mendapatkan Huntap, namun bisa mencarikan solusi yang terbaik, karena penyintas adalah warga Kota Palu. “Karena tidak kuat menahan beban di Huntara, ada juga yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, inikan sangat ironis sekali, padahal mereka ber KTP Kota Palu,” terang Ratna yang akrab disapa Neni ini.(who)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!