19 May 2024
29.5 C
Palu

Genangan Muncul dari Empat Titik Mata Air

Must read

PALU- Komisi bidang pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu akhirnya melakukan peninjauan ke perusahaan tambang emas PT Citra Palu Minerals (CPM), Jumat (11/8) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, DPRD memastikan terkait dengan adanya kubangan air yang sebelumnya menjadi perbincangan publik.

Dalam kunjungan tersebut, anggota DPRD Kota Palu yang dipimpin oleh ketua Komisi C, Ahmad Umayer langsung menuju ke sebuah mata air yang ada di PT CPM. Setelah sampai dilokasi, pihak CPM menjelaskan bahwa kawasan tersebut dulunya adalah tambang rakyat, dan masih ada sisa-sisa lubang. “Ini dulunya adalah tambang rakyat atau yang dikenal dengan lubang “Avanza”, dan saat ini ada empat mata air yang keluar, sehingga munculah genangan disini,”kata Umayer sembari apa yang diterangkan oleh pihak perusahaan.

DPRD Kota Palu juga menerima hasil laboratorium yang dikeluarkan oleh  PT Global Quality Analitical, dimana hasil uji lab tersebut disebutkan bahwa air yang keluar dalam kondisi yang aman dan tidak berdampak atau mempengaruhi lingkungan, kemudian air tersebut rencananya akan dikelola oleh pihak PT CPM untuk memenuhi kebutuhan air diperusahaan. “Jadi air ini akan dimanfaatkan oleh PT CPM, karena aman dan juga bisa digunakan untuk hal lainnya,”kata Umayer.

Selain itu, Sekretaris Komisi C, Abdurahim Nasar Al-Amri yang akrab di sapa Wim menginginkan agar mata air tidak hanya digunakan untuk pihak perusahaan melainkan bisa dimanfaatkan juga untuk masyarakat, dikarenakan sebagian masyarakat khususnya yang ada di Huntap masih kekurangan air bersih. “Kalau air ini aman, kasihkan saja kepada masyarakat dan pihak PT CPM yang menyalurkan bisa sebagai CSR,”harapnya.

Senada dengan hal itu, anggota Komisi C, Muslimun juga beranggapan yang sama dimana proses lambatnya pembangunan Huntap Tondo Dua dan Tiga adalah kekurangan air, sehingga hal ini bisa dicarikan cara oleh pihak PT CPM untuk bisa membantu memenuhi air ke pembangunan tersebut. “Bisa juga diberikan kepada pembangunan yang masih berlangsung di Huntap,”katanya.

Sementara Manager Government Relation and Permit PT CPM, Amran Amier menyampaikan bahwa berkaitan dengan air tersebut hingga saat ini debit airnya sudah mulai berkurang, dimana pertanggal 31 Juli 2023 volume air yakni 1226.66 meter kubik. “Kalau sekarang volumenya sudah di 800 meter kubik, dan air ini kami simpan disebuah penampungan air dan akan kami gunakan diperusahaan ini, sehingga tidak dibuang,”jelasnya. (who)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!