14 April 2024
24.6 C
Palu

Demokrat Sulteng Ajukan Perlindungan Hukum di PT Hadapi Gugatan PK Kubu Moeldoko

Must read

PALU-Ketua DPW Partai Demokrat Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Anwar Hafid, menggelar konferensi pers dengan para wartawan desk politik di Kota Palu, mengenai respon isu yang berkembang terkait adanya gugatan dari kubu Moeldoko. Seperti kita ketahui bersama Moldoko dengan gerbongnya bernama KSB Moldoko telah menggugat kembali di Mahkamah Agung (MA) RI dengan gugatan Peninjauan Kembali (PK).

Karena itulah, seluruh jajaran kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia mengikuti konferensi pers yang dipimpin oleh Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono (AHY) di kantor Partai Demokrat Jakarta.

Kepada para wartawan, Ketua DPW Partai democrat Sulteng menjelaskan, pihaknya hari ini mengikuti konferensi pers yang dipimpin Ketum AHY, guna mendengarkan arahan-arahan terkait gugatan PK dari kubu Moeldoko.
Usai mendegarkan arahan di kantor DPW Partai Demokrat Sulteng di Jalan Sutomo Kota Palu, dan usai salat duhur, ketua dan jajarannya menuju Pengadilan Tinggi (PT) Sulteng di Jalan Juanda Kota Palu. Kemudian melakukan konferensi persnya.

“ Kami datang ke Pengadilan Tinggi Palu ini menyampaikan aspirasi kader Partai Demokrat (PD) yang ada di Sulawesi Tengah kepada Mahkamah Agung (MA), “ kata Anwar Hafid .

Dijelaskannya, pihaknya dating ke PT dalam rangka mengantarkan surat melalui Ketua PT. Surat itu ditujukan kepada Ketua MA, sehubungan dengan adanya gugatan PK perkara kasus Kongres Luar Biasa (KSB) Moeldoko yang selama ini dimenangkan oleh Partai Demokrat kubu AHY sebanyak 15 kali persidangan, baik di PN Jakarta maupun di PTUN Jakarta.

“ Oleh karena itu, secara moral kami terpanggil sebagai kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia, secara serentak. Di semua tingkatan struktur Partai Demokrat. Dimana di DPD, kami menyampaikan surat ini melalui PT, yang ditujukan ke MA. Demikian juga di seluruh 13 DPC di Kabupaten dan Kota di Sulteng mengajukan surat yang sama ke MA melalui PN yang ada di kabupaten masing-masing, “ jelas Ketua DPW Partai Demokrat Sulteng, Anwar Hafid.

“ Isi suratnya, kami mengajukan perlindungan hukum kepada MA. Kami ingin mendapatkan atau memberikan pesan moral bahwa keadilan itu adalah milik kita semua. Kami berharap, bahwa proses hukum ini berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, tidak ada tendensi ataupun tekanan politik. Alhamdulillah pak Ketua Pengadilan Tinggi tadi menyampaikan surat sudah kami terima, dan secepatnya disampaikan ke MA, “ ungkapnya.

Mengenai soliditas partai menghadapi Pemilu, terkait dengan gugatan Moeldoko. Direspon oleh Anwar Hafid, bahwa pihak Partai Demokrat tidak terpengaruh apapun dengan adanya PK, bahwa Partai Demokrat dengan segala cuaca tetap solid.

“ Partai Demokrat tetap solid, dan hakul yakin bahwa gugatan PK ini tidak akan diterima. Karena kami sudah mempelajari dari Badan Hukum Partai Demokrat bahwa novum-novum yang disampaikan oleh KSB Moeldoko ini sama sekali tidak ada hal yang baru. Novum-novum yang diajukan itu semua yang pernah diputuskan di pengadilan, “ tandasnya.

Selanjutnya, langkah-langkah yang dilakukan oleh Partai Demokrat kedepan, secara konstitusi sebagai warga yang taaat hukum akan melakukan upaya-upaya sesuai dengan jalur hukum.

“ Kita di Sulteng, alhamdulillah tidak ada lagi kepengurusan dualisme. Karena memang dari Kemenkumham, kemudian dari semua gugatan pengadilan yang sudah kami menangkan 16 kali sama sekali tidak ada lagi celah hukum untuk adanya Partai Demokrat versi Moeldoko.

Menurut Anwar Hafid, pihaknya melihat dan awalnya mempertanyakan KSB Moeldoko adalah orang pemerintahan saat ini maka harus diwaspadai. Karena ada dalam lingkaran kekuasaan.

Selanjutnya, mengenai Cawapres, Anwar menegaskan, dalam waktu yang tidak lama lagi akan dilakukan deklarasi Capres dan Cawapres.

“ Ini juga yang sedang kita perjuangkan bersama kawan-kawan di PKS, NasDem dan kami di Demokrat, hari ini semakin solid. Tinggal dalam waktu tidak terlalu lagi kita akan deklarasikan Capres Anies dan Cawapresnya, “ sebutnya.

Perkembangan terakhir di Partai Demokrat, ada 80 jenderal telah memberikan aspirasinya, bahwa Indonesia ini akan lebih stabil kedepan apabila komposisinya adalah pasangan sipil militer itu. Dan mereka mengajukan nama yang paling dikenal dan memberikan kontribusi adalah Anies-AHY.(mch)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!