19 May 2024
29.5 C
Palu

Pengadilan Agama Gagal Lakukan Eksekusi, Objek Belum Inkracht

Must read

PALU-Pengadilan Agama Palu akhirnya gagal melakukan eksekusi di sebuah objek perkara yaitu sebuah Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jln. Dewi Sartika Kota Palu. Saat ini SPBU Destik belum beroperasi pasalnya pihak Pertamina belum mengizinkan perusahaan ini beroperasi kembali.

Pejabat Pengadilan Agama Palu, Hj. Nuranah, didampingi dua juru sita membacakan tuntuan eksekusi di lokasi SPBU Destik namun gagal dilakukan. Meski pihak Pengadilan Agama berkeras mereka hanya menjalankan tugas negara.

Keinginan Pengadilan Agama Palu melakukan eksekusi dihadang oleh Penasehat Hukum (PH) PT Destik pemilik asli dari SPBU Jln. Dewi Sartika Kota Palu, Salmin Hedar, SH, bersama pemilik SPBU Ny Suciati. Dengan argumen, mereka menolak dilakukan eksekusi karena objek sengketa atau objek perkara itu masih dalam proses persidangan di pengadilan.

“ Rencana eksekusi Pengadilan Agama Palu kami nilai sangat keliru, karena objek sengketa SPBU Destik ini masih berperkara di Pengadilan, “ kata Salmin Hedar.

Ketika Salmin meminta kepada Hj. Nuranah, mana bukti putusan inkracht dari Mahkamah Agung (MA), sebagai dasar hukum melakukan eksekusi, Hj. Nuranah tidak dapat memperlihatkan bukti putusan inkracht dari Mahkamah Agung.

Setelah melakukan pembicaraan singkat demi menjaga keamanan di TKP, dengan pihak keamanan dari Polresta Kota Palu, akhirnya pelaksanaan eksekusi ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Menurut Salmin Hedar, Pengadilan Agama tidak bisa melakukan eksekusi karena objek sengketa masih dalam perkara di pengadilan, kemudian belum ada proses balik nama dari Kantor Pertanahan. Karena Kantor Pertanahan telah mengeluarkan sebuah surat bahwa Pertanahan Palu menolak melakukan balik nama.

Kejadian rencana eksekusi namun gagal itu, setelah sebuah perusahaan
PT Butol Raya Nusantara, yang dipimpin Hendrik Todar membeli SPBU Dewi Sartika itu kepada PT Gasmino Utama (debitur) atas dokumen hak tanggungan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palu.

Dijelaskan Salmin, bahwa yang punya SPBU PT Destik yang dipimpin Ny. Suciati, yang kini bersengketa dengan PT Gasmindo Utama yang melakukan peminjaman kredit di sebuah bank di Kota Palu dengan anggunan lokasi SPBU Dewi Sartika. Ternyata kredit bank macet, hingga perkarapun berlarut-larut terkait masalah kepemilikan.

Pemilik SPBU Destik Suciati menuntut sebuah keadilan, dia merasa dizolimi. Dia mempertanyakan mengapa Lembaga Lelang Palu berani melakukan pelelangan, padahal sidang perkara SPBU Destik belum inkracht, masih berperkara.

” Bapak Kapolda ungkap itu perkara Pimpinan BSI atas nama Hatta Tajang dengan pimpinan PT. Gasmindo yang membatalkan AJB, ” seru Suciati.(mch)

PALU-Pengadilan Agama Palu akhirnya gagal melakukan eksekusi di sebuah objek perkara yaitu sebuah Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jln. Dewi Sartika Kota Palu. Saat ini SPBU Destik belum beroperasi pasalnya pihak Pertamina belum mengizinkan perusahaan ini beroperasi kembali.

Pejabat Pengadilan Agama Palu, Hj. Nuranah, didampingi dua juru sita membacakan tuntuan eksekusi di lokasi SPBU Destik namun gagal dilakukan. Meski pihak Pengadilan Agama berkeras mereka hanya menjalankan tugas negara.

Keinginan Pengadilan Agama Palu melakukan eksekusi dihadang oleh Penasehat Hukum (PH) PT Destik pemilik asli dari SPBU Jln. Dewi Sartika Kota Palu, Salmin Hedar, SH, bersama pemilik SPBU Ny Suciati. Dengan argumen, mereka menolak dilakukan eksekusi karena objek sengketa atau objek perkara itu masih dalam proses persidangan di pengadilan.

“ Rencana eksekusi Pengadilan Agama Palu kami nilai sangat keliru, karena objek sengketa SPBU Destik ini masih berperkara di Pengadilan, “ kata Salmin Hedar.

Ketika Salmin meminta kepada Hj. Nuranah, mana bukti putusan inkracht dari Mahkamah Agung (MA), sebagai dasar hukum melakukan eksekusi, Hj. Nuranah tidak dapat memperlihatkan bukti putusan inkracht dari Mahkamah Agung.

Setelah melakukan pembicaraan singkat demi menjaga keamanan di TKP, dengan pihak keamanan dari Polresta Kota Palu, akhirnya pelaksanaan eksekusi ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Menurut Salmin Hedar, Pengadilan Agama tidak bisa melakukan eksekusi karena objek sengketa masih dalam perkara di pengadilan, kemudian belum ada proses balik nama dari Kantor Pertanahan. Karena Kantor Pertanahan telah mengeluarkan sebuah surat bahwa Pertanahan Palu menolak melakukan balik nama.

Kejadian rencana eksekusi namun gagal itu, setelah sebuah perusahaan
PT Butol Raya Nusantara, yang dipimpin Hendrik Todar membeli SPBU Dewi Sartika itu kepada PT Gasmino Utama (debitur) atas dokumen hak tanggungan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palu.

Dijelaskan Salmin, bahwa yang punya SPBU PT Destik yang dipimpin Ny. Suciati, yang kini bersengketa dengan PT Gasmindo Utama yang melakukan peminjaman kredit di sebuah bank di Kota Palu dengan anggunan lokasi SPBU Dewi Sartika. Ternyata kredit bank macet, hingga perkarapun berlarut-larut terkait masalah kepemilikan.

Pemilik SPBU Destik Suciati menuntut sebuah keadilan, dia merasa dizolimi. Dia mempertanyakan mengapa Lembaga Lelang Palu berani melakukan pelelangan, padahal sidang perkara SPBU Destik belum inkracht, masih berperkara.

” Bapak Kapolda ungkap itu perkara Pimpinan BSI atas nama Hatta Tajang dengan pimpinan PT. Gasmindo yang membatalkan AJB, ” seru Suciati.(mch)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!