19 May 2024
29.5 C
Palu

Disdik Sulteng Dorong Inovasi Sekolah Lewat Kantin SLB

Must read

PALU – Kantin sekolah tidak bisa dipandang sebelah mata. Perannya dalam proses pendidikan di sekolah juga penting. Kantin pun kini bukan lagi hanya sebagai tempat jajan para murid, namun diarahkan menjadi tempat pengembangan inovasi sekolah.

Salah satu kantin sekolah yang bakal menjadi contoh, adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) Adjerni Sunusi, Kelurahan Silae, Kota Palu. SLB ini baru saja mendapat bantuan bangunan kantin dari Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK).

Di sekolah ini pula, sejumlah SLB di Sulteng dikumpulkan guna mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Sarana dan Prasarana Kantin SLB Tahun 2023, yang digelar selama tiga hari mulai 7 Maret 2023 hingga Kamis (9/3) kemarin oleh Bidang Pendidikan Khusus, Layanan Khusus dan Inovasi Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana Windarrusliana, SKM MKes saat membuka kegiatan menyampaikan, meskipun kantin merupakan bangunan kecil dalam satuan pendidikan, namun kantin sekolah merupakan salah satu penunjang proses belajar mengajar. Kantin kata dia, menjadi rumah kedua para peserta didik, dalam hal penyajian makanan di sekolah.

“Untuk itu sudah seharusnya makanan yang disiapkan untuk peserta didik, makanan yang bergizi seimbang. Kurangi menjual snack-snack kemasan ataupun makanan cepat saja,” jelasnya.

Yudiawati yang memang berlatar belakang ilmu gizi ini, menjelaskan, konsentrasi anak menerima pelajaran dipengaruhi apa yang dikonsumsi. Gizi seimbang sangat diperlukan bagi siswa didik, tidak terkecuali para siswa SLB.

“Harus seimbang, baik itu karbohidratnya, proteinnya, vitamin maupun mineral. Kalau anak-anak dikasihkan sarapan hanya nasi goreng, sudah pasti jelang siang ngantuk, karena yang ada cuma karbohidrat saja. Harus diimbangi dengan sayur maupun buah pula,” papar Kadis.

Dia juga mewanti-wanti, agar kantin di SLB tidak menjual makanan yang warnanya cenderung mencolok. Sebab hal itu, bisa dipastikan mengandung zat pewarna tekstil yang cukup tinggi, yang sangat tidak baik untuk kesehatan anak.
“Penjaga kantin juga harus mengedukasi siswa, agar paham melihan nilai gizi, bila ada makanan kemasan yang dijual. Kalau yang tinggi hanya lemak jenuh, dan tidak ada vitamin, jangan dikonsumsi sering-sering,” tegasnya.

Penyakit degeneratif, kata Kadis, seperti jantung, diabetes dan darah tinggi, saat ini juga kerap dialami oleh mereka yang masih muda. Hal ini karena disebabkan pola konsumsi makanan seperti fast food maupun snack-snack yang tinggi garam, yang berlebihan.

“Untuk itu lah dari kantin ini kita jaga, anak-anak didik kita. Kantin saat ini bukan lagi seperti dulu, yang harus tersembunyi di belakang sekolah, tapi seperti yang ada saat ini kantin sengaja dibangun di depan sekolah yang juga terlihat, sehingga bukan hanya anak didik yang bisa berbelanja tapi juga masyarakat umum,” jelasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Perencanaan Sarana dan Prasarana Direktorat PMPK Kementerian Pendidikan, Eka Iin Patiung, yang hadir sebagai pemateri, menjelaskan, bahwa kantin yang dibangun di SLB Adjerni Sunusi ini, merupakan pionir kantin SLB di Sulteng. Untuk itu kedepan, kantin ini akan menjadi contoh bagi SLB-SLB lain terkait dengan pengelolaannya.

“Kantin ini sebenarnya bangunan kolaboratif, kantin satu bagian dengan satuan pendidikan, bukan hanya sekadar tempat jajan, tapi jadi tempat menanamkan nilai-nilai kepada siswa SLB terutama PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat),” ungkap Eka.

Sehingga lanjut dia, kantin itu juga akan berkaitan dengan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan juga sanitasi. Dia berharap, dengan adanya bantuan bangunan kantin ini, apa yang menjadi maksud bantuan ini dapat dijabarkan masing-masing sekolah lewat pengelola kantin. Sebab, pengelola maupun pihak sekolah harus bisa membuat inovasi-inovasi dalam pemanfaatan kantin ini.

“Jadi kantin bukan hanya menyiapkan makanan saja, tapi bagaimana melibatkan siswa-siswa dalam menumbuhkan nilai-nilai agar bisa menerapkan PHBS,” jelasnya.

Dia pun mengapresiasi apa yang dibuat oleh Bidang PKLK dan Inovasi Pendidikan Disdik Sulteng, dengan menggelar Bimtek Pengelolaan Sarana dan Prasarana Kantin di SLB ini. Hal ini kata dia, menandakan daerah paham dengan tujuan bantuan bangunan kantin oleh Kementerian Pendidikan.

Terpisah, Kepala Bidang PKLK dan Inovasi Pendidikan, Dr Minarni Nongtji SPd MSi, mengungkapkan, bahwa pihaknya memang sengaja mengundang sejumlah SLB di Sulteng dalam kegiatan Bimtek ini, agar pihak sekolah benar-benar memanfaatkan kantin sebagai tempat berinovasi.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada seluruh SLB di Sulteng terkait pengelolaan kantin itu kedepan benar-benar banyak manfaatnya. Makanya ada 18 Kepala SLB dan 16 Operator sekolah yang kami hadirkan sebagai peserta,” sebut Minarni.

Ditambahkan Minarni, Bidangnya kini ketambahan tugas dan fungsi baru yakni Inovasi Pendidikan. Sehingga, pengelolaan kantin SLB juga akan didorong untuk selalu berinovasi, yang tujuan akhirnya juga untuk memajukan pendidikan di Sulawesi Tengah. Tidak hanya pemateri dari Kementerian Pendidikan saja yang dihadirkan, sejumlah pemateri yang berkaitan dengan pengelolaan sarana bantuan pemerintah juga dihadirkan. Seperti pihak BPKP Sulteng, yang menjelaskan terkait bagaimanan pengelolaan keuangan serta aset yang sesuai aturan.

Kemudian dari Dinas Kesehatan Provinsi terkait dengan PHBS. Juga diisi pemaparan dari Fungsional pada Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Sulteng, Munashir SE MM. (agg)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!