25 June 2024
25.3 C
Palu

Cudy Tetap Pilih Orang Netral, Terkait Penjabat Bupati Buol

Must read

PALU-Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Rusdy Mastura menegaskan dirinya tetap memilih Penjabat (Pj) Bupati Buol sosok netral untuk memimpin daerah paling Utara di Sulteng itu. Alasannya, agar konstelasi poltik di Kabupaten Buol, tetap terjaga dan kondusif hingga Pilkada 2024.

“ Saya tetap pilih yang netral, supaya tidak ada kepentingan politik yang menunggangi di dalamnya. Jadi mohon maaf, kali ini bukan orang Buol yang saya pilih, “ tegas Cudy, sapaan akrab Gubernur Sulteng.

Alasannya, kalau Pj itu bukan orang Buol, tetapi nanti yang sudah aslinya, devinitif baru orang Buol. “Ngapain orang Buol yang Penjabat. Mending, harusnya kan orang Buol itu yang jadi Bupati devinitif, bukan penjabat, iyo toh, “ ucap Cudy, di hadapan Ketua Pengurus Besar Ikatan Keluarga Indonesia Buol (PB.IKIB) Syamsudin Kuntuamas, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB.IKIB Abdullah Kawulusan, bersama pengurus PB IKIB lainnya, Jumat (22/09/2023).

Dia meminta kesabaran kepada seluruh warga Buol dimana saja berada. Mari kita jaga ketertiban dan keamanan wilayah di Kabupaten Buol yang terus membangun ini. Seraya menunggu keputusan final dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof Tito Karnavian, sebelum 12 Oktober 2023.

Dirinya memberi garansi, bahwa saat ini Gubernur Sulteng adalah orang Buol juga, keluarga saya Mastura itu ada di Talaki, ada di Lakea, ada juga di Bokat dan Momunu.

“ Bahkan kakek saya itu meninggal di Tanjung Karamat, atau dalam peta tertulis Tanjung Dako. Iya, di situ kakek saya meninggal di perairan Tanjung Karamat. Jadi saya ini orang Buol juga, hehehe, “ ujar Cudy lagi.

Seandainya, sambung Cudy, bukan pilihan saya yang dipilih Mendagri, saya melawan, dan saya tidak akan lantik dia. “Gimana, sedangkan Mendagri saya lawan, “ sebut Cudy, sambil tersenyum khas.

Bila memperhatikan usulan Cudy yang netral, ini berarti M. Muchlis akan kembali melanjutkan kepemimpinannya di Kabupaten Buol tetap berstatus Pj Bupati Buol. Bila, Adijoyo Dauda juga yang dipilih, tetap dilantik Gubernur karena Gubernur mengusulkan tiga nama kepada Mendagri yakni Adijoyo Dauda, M. Muchlis dan Adiman Radjagukguk.

“Nah, kalau yang saya usulkan itu satu diantaranya dipilih oleh Mendagri maka bismillah saya lantik beliau. Tapi kalau bukan yang saya usulkan yang dipilh Mendagri, saya tidak lantik dia, “ tegasnya.(mch)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!