25 June 2024
24.4 C
Palu

Gubernur Rencanakan Bangun Jalan Buol-Moutong, Wujudkan Tol Indonesia Timur

Must read

PALU-Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Rusdy Mastura, memiliki seribu obsesi dan grand rencana (desain) untuk memajukan Sulteng dari sisi infrastruktur dalam upayanya menunjang perokonomian masyarakat. Jalan dan jembatan bila diberi kesempatan kedua, maksudnya dua periode menjadi Gubernur, menjadi prioritas utama dia unutuk memajukan Sulteng negeri 1.000 megalit ini.

Tidak tanggung-tanggung, salah satu rencana besarnya adalah membangun jalan by pass Buol-Moutong. Guna menunjang ekspor pertanian ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan, bila ibukota Negara Republik Indonesia jadi pindah kesana.

Infrastruktur jalan menjadi perhatian Bung Cudy, panggilan akrab H. Rusdi Mastura. Menurut dia, ini merupakan pembangunan “gila” yang sedang direncanakannya, dengan konsep yang dikenal dengan nama memotong leher Sulawesi.

“ Iya, saya akan bangun jalan by pass Buol menuju Moutong. Agar membuka akses di jalan-jalan produksi, menggairahkan lagi pertanian dan perkebunan rakyat, semisal kebun coklat, cengkeh dan lainnya, “ jelas Cudy.

Grand desain ini menyusul rencana pembangunan jalan Tambu-Kasimbar, yang menjadi titik pembuka akses Indonesia bagian Timur, agar warga dan pedagang Papua dan Maluku tidak perlu jauh-jauh melewati atau mengambil jalan memutar ke pulau Jawa dulu atau ke Manado dulu. Itu sudah keterlaluan jauhnya. Cari saja yang dekat yaitu masuk di Parigi Moutong (Parimo) lalu masuk Kasimbar menuju ke Tambu (Kabupaten Donggala). Atau masuk di Moutong tembus sudah ke Buol, dan di Buol sudah siap kapal-kapal menuju Kalimantan.

Desain ini akan ditunjang dan menggairahnya peran dan fungsi pelabuhan perintis maupun pelabuhan lokal di Buol. Sejauh ini pelabuhan yang ada di Buol itu ada empat pelabuhan, yaitu pelabuhan Paleleh, pelabuhan Lokodidi, pelabuhan Leok, dan pelabuhan Kumaligon.

Dikatakan Gubernur fasilitas-fasilitas transportasi darat, laut dan udara saat IKN itu terwujud maka akan semakin menggila dan dampaknya akan memberikan kesejahteraan kita kepada masyarakat. Bukan hanya nikel saja tetapi kita memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang kaya raya.

Kita bisa menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berlipat-lipat. Sebab sebuah daerah atau kabupaten menjadi maju diukur berapa besar PAD-nya setiap tahun.

“ Saya tau Buol ini memiliki banyak potensi, yaitu emas, ada besi tanah jarang, logam, perkebunan sawit, kelapa dalam, berbagai jenis sayur-sayuran, cengkeh, kakao, padi, dan sebagainya. Ini cocok menjadi penyanggah kebutuhan pangan bagi ibukota Negara nanti, “ papar Cudy.

Cudy juga menyebut bila ini semua terwujud, maka Kabupaten Buol dan daerah sekitarnya akan maju. Kedepannya, mungkin kita bisa mekarkan kabupaten lain hingga menjadi Provinsi. Supaya ada orang Buol yang bisa menjadi Gubernur di kemudian hari.

“ Saya ini tidak ada apa-apanya sebenarnya. Masih banyak yang lebih pintar dari saya. Tapi saya jadi Gubernur. Karena saya orang Palu. Kebetulan saja ibukota Provinsi Sulawesi Tengah ini di Palu. Sehingga saya bisa jadi Gubernur. Hehehehe, “ ujar Cudy.

Nah begitu juga dengan Buol ini, kalau dia jadi Provinsi bisa jadi ada anak Buol yang jadi Gubernur. Caranya melakukan pemekaran itu Kabupaten Buol jadi Buol Timur. Tolitoli mekarkan jadi Kabupaten Dondo. Gabung denghan Kabupaten Dampelas (Donggala). Moutong mekar jadi Kabupaten Motong. Sudah bisa mengusulkan menjadi satu provinsi baru. Gabungan dari Buol, Tolitoli, Donggala bagian Utara, dan Moutong. Barangkali kalau mau Gorontalo Utara (Gorut) bergabung silakan.

“Semoga saja ada anak Buol yang jadi Gubernur. Begitu caranya, “ ucapnya mengungkap sebuah skenario bagaimana memekarkan kabupaten bergabung menjadi satu provinsi baru.(mch)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!