25 June 2024
24.4 C
Palu

Wujudkan Rekonsiliasi di Tenis Meja Sulteng

Must read

PALU-Pengurus Wilayah Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mengimbau agar seluruh pemilik club tenis meja, pencinta dan simpatisan tenis meja, pelatih, dan pemain (atlet) agar bersatu dalam wadah PTMSI Sulawesi Tengah.

Hal itu dimaksudkan untuk menyatukan semua potensi yang dimiliki untuk memajukan prestasi tenis meja di negeri 1.000 megalit ini. Seperti yang dirumuskan dalam sebuah rapat pengurus PTMSI Sulteng yang digelar baru-baru ini di Sekretariat PTMSI Sulteng, Jln. Sapta Marga Kota Palu, Sabtu (23/09/2023).

Rapat yang dipimpin Ketua Harian PTMSI Sulteng, Dr. Idris, didampingi Sekretaris Umum (Sekkum) Musadianto Madusila, berhasil menyimpulkan beberapa rekomendasi rapat untuk segera ditindaklanjuti oleh pengurus dalam menjalankan program kerjanya kedepan.

Salah satunya adalah, upaya rekonsiliasi seluruh komponen tenis meja di Sulawesi Tengah. Mulai pengurus, pelatih, atlet, pemilik club tenis meja, dan simpatisan untuk menyatukan persepsi dalam upaya memajukan prestasi tenis meja di Sulteng.

Rekomendasi ini lahir setelah dilakukannya evaluasi terhadap keikutsertaan atlet Sulteng di Babak Kualifikasi (BK) PON Sumut dan Aceh tahun 2024. Terutama di nomor perorangan putera dan beregu putra. Terasa sekali para atletnya masih jauh dari harapan, meski sudah bertarung habis-habisan dan mengeluarkan performa terbaiknya di ajang BK PON Sumut dan Aceh pada Agustus 2023 lalu di Jakarta.

Pelatih kepala Antasari Hosting, mengakui bahwa durasi waktu latihan yang hanya diberikan untuk persiapan mengikuti BK PO terasa sangat minim. Menjadi penyebab tidak lolosnya atlet putera Sulteng ke PON Sumut dan Aceh.

“ Saya kira yah, durasi waktu persiapan hanya 20 hari itu tidak maksimal. Tim lawan dari provinsi lain sudah berbulan-buan melaluukan TC, bahkan ada yang sudah 6 bulan melakukan persiapannya. Kemudian mengikuti berbagai kejuaraan dan try out, “ ungkap coach Antasari.

Karena persiapan yang minim seperti itu sehingga atlet putera Sulteng tidak mencapai hasil yang diharapkan, yaitu lolos ke PON Sumut dan Aceh tahun depan.

Dalam penajaman diskusi di raat PTMSI Sulteng, berharap kedepan atlet-atlet usia dini potensial harus dipersiapkan, direkrut dan diseleksi dengan menggenjotnya mengikuti berbagai iven pertandingan tenis meja, agar terasah dan melahirkan atlet-atlet muda berprestasi di tingkat nasional dan internasional.

“ Jadi hasil ini, merupakan pelajaran berharga buat kita, untuk berpacu dan meningkatkan kualitas atlet kita di waktu-waktu mendatang. Melibatkan banyak pihak, dan menggelorakan kembali semangat tenis meja kita di Sulteng, yang sebenarnya begitu banyak atlet yang belum terasa, “ kata pimpinan rapat Dr. Idris.

“Selain itu, perlu ada rekonsiliasi seluruh atlet kita yang mungkin kemarin itu belum mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk mengikuti BK PON. Inilah saatnya kita mengimbau kepada seluruh pengurus, pelatih, dan pemilik club serta atlet di mana saja berada di Sulawesi Tengah mari kita menyatukan kekuatan kita bersama-sama kembali, “ harapnya Dr. Idris.

Apalagi, pasca dibekukannya salah satu organisasi tenis meja membuat semangat bersatu kembali semakin meninggi, ada penyatuan potensi, dan sama-sama ingin berprestasi untuk kejayaan tenis meja Sulawesi Tengah.

Dalam berbagai informasi, pasca dibekukannya PP PTMSI oleh NOC of Indonesia atau Komite Olimpiade Indoensia (KOI), telah menerbitkan keputusan pembekuan sementara keanggotaan PP PTMSI selama satu tahun, dengan alasan induk organisasi tenis meja Indonesia yang diakui dunia internasional itu telah melakukan tindakan pelanggaran AD/ART KONI, nilai olimpiade, dan gerakan olimpiade.

Keputusan bernomor 30/NOC/INA tertanggal 25 Agustus 2023 itu, dijelaskan bahwa keputusan tersebut juga atas dasar hasil rapat anggota NOC dan KE.

Dengan dibekukannya PP. PTMSI maka kepengurusan tenis meja hanya satu di Indonesia, yaitu PB. PTMSI yang dipimpin Peter Layardi Lay. Di Sulteng, dipimpin Ketua Umum (Ketum) H. Suaeb M. Ali.

Harapan pengurus, bila rekonsiliasi (penyatuan) ini terwujud, maka kekuatan atlet kita yang memiliki bakat luar biasa untuk mengharumkan Sulawesi Tengah di berbagai ajang kejuaraan pasti terealisasi.

Persiapan dengan menyatunya para atlet berbakat dan berprestasi, segera dilakukan. Dimana, menurut Sekkum PTMSI Sulteng, Musadianto Madusila, kejuaraan yang akan dihadapi paling dekat adalah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tenis meja yang akan digelar pada November 2023 di Papua Selatan.

“Didepan mata kita sudah ada satu kejuaraan, yaitu Kerjurnas di Papua Selatan. Kita segera bersiap diri, tentu dengan kekuatan baru, dan semangat baru kita semua, “ tandasnya.(mch)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!