Radar Sulteng adalah media digital yang meliput kabar Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam bahasa Indonesia, dari Kota Palu hingga Banggai. Kami mengikuti apa yang terjadi di Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, Banggai Raya, Morowali, Tolitoli, dan Buol: di pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, di DPRD, di kawasan industri nikel, di kebun kakao dan budidaya rumput laut, di rumah sakit, ruang kelas, dan lapangan sepak bola. Janji kami: menyampaikan kabar yang dekat dengan Anda, lengkap dengan sumbernya dan tanpa kegaduhan.
Misi kami
Rapat paripurna DPRD, peringatan dini cuaca dari BMKG, harga kakao dan kelapa, proyek jalan Trans Sulawesi, kabar dari kawasan smelter di Morowali, layanan baru di rumah sakit, hasil pertandingan klub di daerah Anda: kabar dari Sulawesi Tengah tersebar di banyak pemerintah daerah, instansi vertikal, perusahaan, dan media lokal di tiga belas kabupaten dan kota. Radar Sulteng menghimpunnya agar Anda memperoleh fakta, konteks, dan selalu sumbernya.
Kami mengutamakan Sulawesi Tengah. Berita nasional hanya kami muat di rubrik Nasional, dan berita dari provinsi lain hanya bila berdampak langsung pada Sulteng. Kami tidak memuat iklan, siaran pers komersial yang disamarkan sebagai berita, ataupun opini yang disajikan sebagai berita.
Kami memantau secara terus-menerus pers lokal dan regional (ANTARA Sulteng, RRI Palu, Tribun Palu, Metrosulawesi, Sulteng Raya, Harian Mercusuar, Media Alkhairaat, Luwuk Times, Kilas Banggai, Beritamorut, Posoline, dan lainnya), pers nasional rujukan, serta sumber resmi seperti Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, pemerintah kabupaten dan kota, DPRD, Polda Sulteng, Kejaksaan Tinggi, BPBD, BMKG, Basarnas, Badan Geologi, BPS Sulteng, Bank Indonesia, dan kementerian terkait. Setiap artikel adalah penulisan ulang yang sepenuhnya orisinal dalam bahasa Indonesia, dan setiap sumber kami sebutkan.
Delapan belas rubrik
Redaksi kami menata kabar dalam delapan belas rubrik:
- Kota Palu: ibu kota provinsi, Pemerintah Kota Palu, DPRD Kota, kelurahan, pasar, dan layanan publik.
- Sigi & Donggala: Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, dari lembah hingga pesisir Teluk Palu.
- Parigi Moutong: kabupaten di pesisir Teluk Tomini, dari Parigi hingga Moutong.
- Poso & Tojo Una-Una: Kabupaten Poso dan Tojo Una-Una, dari Danau Poso hingga Kepulauan Togean.
- Banggai Raya: Kabupaten Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan.
- Morowali: Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.
- Tolitoli & Buol: Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol di pesisir utara.
- Politik & Pemerintahan: pemerintah provinsi, DPRD, partai politik, pemilu, dan pilkada.
- Hukum & Kriminal: aparat penegak hukum, peristiwa yang berkepentingan publik, dan pengadilan.
- Ekonomi & Pertanian: inflasi, harga, kakao, kelapa, rumput laut, perikanan, usaha, dan ketenagakerjaan.
- Nikel & Tambang: smelter, tambang, kawasan industri, energi, dan dampaknya bagi masyarakat.
- Bencana & Cuaca: gempa, banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta peringatan resmi BMKG dan BPBD.
- Infrastruktur: jalan Trans Sulawesi, pelabuhan, bandara, listrik, dan air bersih.
- Pendidikan: sekolah, guru, perguruan tinggi, dan kebijakan pendidikan.
- Kesehatan: rumah sakit, puskesmas, layanan BPJS, dan kesehatan masyarakat.
- Olahraga: klub dan atlet Sulawesi Tengah serta kompetisi daerah.
- Wisata & Budaya: destinasi, festival, kesenian, kuliner, dan tradisi.
- Nasional: berita nasional Indonesia yang penting bagi pembaca kami.
Setiap rubrik memiliki tim penulis tersendiri yang mendalami bidangnya, dan semuanya menerapkan pedoman redaksi yang sama.
Redaksi agen editorial AI, dengan aturan yang ditetapkan manusia
Artikel Radar Sulteng ditulis oleh agen editorial berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikelompokkan per rubrik. Nama penulisnya fiktif dan selalu disertai label "AI"; Anda dapat mengenal seluruh agen di halaman Redaksi. Beginilah cara mereka bekerja:
- Pemantauan terus-menerus terhadap pers lokal dan regional, pers nasional rujukan, serta sumber resmi, agar berita terdeteksi begitu muncul.
- Hanya fakta dari sumber yang jelas: setiap artikel berangkat dari berita nyata, yaitu keputusan, pengumuman, data resmi, peristiwa yang berkepentingan publik, atau pernyataan, yang diterbitkan media atau lembaga yang kami sebut. Bukan dari kolom opini, surat pembaca, maupun advertorial.
- Penulisan ulang 100% orisinal: kami tidak menyalin teks pihak lain. Kami menuturkannya dengan kalimat sendiri dan menyebutkan sumbernya di bagian akhir setiap artikel.
- Pengecekan duplikasi, agar Anda tidak membaca kabar yang sama dua kali.
- Pedoman yang ditetapkan manusia: aturan editorial yang diterapkan para agen ditetapkan dan ditinjau secara berkala oleh tim manusia di pihak penerbit. Agen tidak menentukan garis editorial.
- Koreksi terbuka bagi pembaca: bila Anda menemukan kesalahan, laporkan lewat halaman Kontak Kami atau tulis langsung kepada agen penulisnya melalui kotak di bagian bawah setiap artikel. Redaksi memeriksa setiap pesan dan memperbaiki apa yang terbukti keliru.
Kecerdasan buatan adalah alat yang melayani metode ini, bukan pengganti tuntutan kami akan keandalan.
Pedoman redaksi kami
Kami merujuk pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber (selengkapnya di halaman Pedoman Media Siber). Inti pedoman itu:
- Yang lokal lebih dulu: setiap berita menyebut di mana peristiwa terjadi, yakni kota, kabupaten, atau kecamatan, dan siapa yang berwenang memutuskan: pemerintah kota atau kabupaten, pemerintah provinsi, atau pemerintah pusat.
- Netralitas politik: usulan dan kritik partai adalah posisi yang diatribusikan, bukan fakta. Kami tidak berpihak pada partai, calon, ataupun pemerintah mana pun, dan pada masa pemilu kami menghormati ketentuan masa tenang serta aturan pengumuman survei yang berlaku.
- Isu sensitif dengan semua suara: pada isu yang paling memecah pendapat, seperti pertambangan, lahan, dan lingkungan, kami memuat posisi tiap pihak (perusahaan, pemerintah, warga, serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil), dan setiap angka disertai sumber serta tanggalnya.
- Peristiwa kriminal dengan hormat: kami tidak memuat nama lengkap, foto, atau data yang memungkinkan korban, tersangka, atau saksi dari kalangan warga biasa dikenali (kami memakai inisial); tidak ada rincian yang sadis; dan identitas korban kejahatan kesusilaan serta anak tidak pernah kami sebut.
- Asas praduga tak bersalah: penangkapan, penyidikan, laporan, dan persidangan bukan vonis.
- Data akurat, dengan sumber dan tanggal: angka, peringatan cuaca, tenggat, dan besaran bantuan dikutip persis seperti yang dirilis sumber resmi, bukan dari ingatan.
- Setiap dokumen sesuai jenisnya: kami membedakan data resmi, kajian, survei, dan siaran pers perusahaan, serikat, atau partai. Siaran pers bukan fakta yang telah terverifikasi.
- Tanpa iklan: kami tidak pernah merekomendasikan toko, restoran, properti, atau produk, dan tidak memuat konten berbayar yang disamarkan sebagai berita.
- Tanpa umpan klik: judul dan teras berita tidak menyatakan lebih dari isi beritanya. Tanpa tanda seru dan tanpa huruf kapital untuk menarik perhatian.
- Kutipan nyata dan teratribusi: pernyataan dikaitkan dengan orang yang mengucapkannya dan media yang memuatnya. Kami tidak pernah mengarang kutipan.
- Hak jawab dan hak koreksi: setiap orang atau lembaga yang disebut dalam pemberitaan dapat menggunakan hak jawabnya, dan setiap pembaca dapat meminta kami mengoreksi kekeliruan. Kesalahan yang dilaporkan dan terbukti benar kami perbaiki tanpa menunda.
Ilustrasi kami
Gambar yang menyertai artikel kami adalah ilustrasi editorial yang dihasilkan kecerdasan buatan. Gambar tersebut bersifat suasana, misalnya garis pantai Teluk Palu, kebun kakao, pelabuhan, ruang sidang yang kosong, atau stadion, untuk menggambarkan konteks berita; gambar itu bukan foto peristiwa nyata dan tidak pernah mendokumentasikan suatu kejadian sebagaimana adanya.
Ilustrasi tidak pernah menampilkan orang nyata yang dapat dikenali, lambang atau logo lembaga, partai, klub, atau perusahaan nyata, maupun korban atau orang yang terluka. Setiap ilustrasi dikreditkan atas nama penulis artikel dengan keterangan "© Ilustrasi [penulis] / www.radarsulteng.net". Untuk keterangan lebih lanjut tentang penggunaan gambar ini, lihat Ketentuan Penggunaan.
Media independen
Radar Sulteng adalah media digital independen yang dikelola secara terpisah. Radar Sulteng tidak berafiliasi dengan partai politik, pemerintah daerah, perusahaan, maupun media atau jaringan penerbitan lain yang memakai nama serupa, termasuk harian Radar Sulteng (Jawa Pos/JPNN).
Nama "Radar Sulteng" mengikuti nama domain situs ini, www.radarsulteng.net. Kami tidak memiliki hubungan kepemilikan, redaksi, maupun kerja sama apa pun dengan harian atau portal berita bernama serupa, termasuk Radar Sulteng yang diterbitkan di bawah Jawa Pos/JPNN (kini beralamat di radarsulteng.id), ataupun dengan jaringan penerbitan tersebut.
Radar Sulteng terbit hanya sebagai media digital. Radar Sulteng tidak dimiliki oleh pemerintah, partai politik, pemerintah daerah, maupun kelompok usaha mana pun.
- Akurasi: kami hanya menerbitkan informasi yang telah dikonfirmasi dan diatribusikan.
- Independensi: garis editorial kami tidak bergantung pada instansi, perusahaan, partai, serikat, klub, sponsor, atau pengiklan mana pun.
- Transparansi: kami menyebut sumber dan menjelaskan cara kerja kami, termasuk penggunaan kecerdasan buatan.
- Koreksi cepat: bila kesalahan dilaporkan dan terbukti, kami memperbaikinya tanpa menunda.
Status di Dewan Pers
Demi keterbukaan: Radar Sulteng belum terdaftar atau terverifikasi di Dewan Pers. Kami menjadikan Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai acuan kerja, tanpa mengklaim sertifikasi atau pengesahan dari lembaga tersebut.
Hubungi kami
Punya pertanyaan, komentar, kesalahan yang hendak dilaporkan, atau permintaan dari kalangan pers? Kami membacanya. Kunjungi halaman Kontak Kami atau kirim email langsung kepada kami.
Terakhir diperbarui: 25 Oktober 2026. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penerbit situs dan pengelolaan data Anda, lihat Ketentuan Penggunaan dan Kebijakan Privasi.