TOJO UNA-UNA — Seorang pria bernama Jumaidin (26) kembali ke rumah keluarganya di Desa Bongka Makmur, Kabupaten Tojo Una-Una, pada 22 Oktober 2026 setelah delapan tahun dikabarkan meninggal akibat bencana di Palu pada 2018, kata keluarga kepada Kompas pada Kamis (22/10/2026).
Kakak Jumaidin, Mahania (33), mengatakan keluarga sempat tidak percaya ketika pria itu tiba-tiba datang ke rumah karena mereka telah menerima kabar kematian Jumaidin dan bahkan mengurus surat kematian serta menyelenggarakan tahlilan 40 hari. Wajah dan kondisi gigi Jumaidin meyakinkan keluarga bahwa pria tersebut benar anggota keluarga mereka.
"Awalnya kami sempat tidak percaya, tetapi setelah melihat giginya, kami yakin bahwa memang benar dia adik kami," kata Mahania.
Mahania menuturkan bahwa setelah tiba di rumah, orang pertama yang dicari Jumaidin adalah ayahnya, padahal ayah mereka telah meninggal sekitar tiga tahun lalu. Menurut keterangan yang disampaikan keluarga dan dikutip Kompas, ingatan Jumaidin mulai kembali setelah diajak berkeliling ke rumah kakak-kakaknya.
Keluarga menjelaskan perjalanan hidup Jumaidin sejak gempa besar melanda Palu pada 2018 berdasarkan cerita yang disampaikan pria itu. Sebelum bencana, Jumaidin bekerja di sebuah percetakan galon. Saat gempa berlangsung, ia sempat tertimpa reruntuhan; upaya pencarian keluarga keesokan harinya tidak menemukan keberadaannya. Keluarga lalu menerima kabar bahwa Jumaidin meninggal sehingga menyelenggarakan prosesi selamatan dan menyerahkan sisa pakaiannya kepada orang lain.
Peristiwa ini menyorot dampak jangka panjang bencana 2018 terhadap dokumen identitas, status kematian, dan keluarga korban di Sulawesi Tengah. Kembalinya Jumaidin memaksa keluarga menata kembali administrasi yang sempat diselesaikan setelah menerima kabar duka delapan tahun lalu, kata Mahania.
- Lokasi: Desa Bongka Makmur, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
- Waktu kejadian kembalinya: 22 Oktober 2026 menurut keterangan keluarga yang dikutip Kompas.
- Konteks: Korban gempa Palu 2018 yang sebelumnya dinyatakan meninggal kembali setelah delapan tahun.