Nasional

KPK sita empat mobil dan selidiki dugaan korupsi pengadaan Rp148 miliar di BNPB

Komisi Pemberantasan Korupsi menyita empat mobil mewah dan menelisik aliran dana proyek pengadaan senilai Rp148 miliar di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai bagian dari penyidikan yang melibatkan tenaga ahli mantan kepala BNPB.

KPK sita empat mobil dan selidiki dugaan korupsi pengadaan Rp148 miliar di BNPB
©Ilustrasi AI Jafar Lamusu / www.radarsulteng.net

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita empat unit kendaraan mewah dan mengusut dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diduga melibatkan aliran dana dari proyek senilai Rp148 miliar, kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo.

Penyitaan dilakukan pada rangkaian penggeledahan yang berlangsung pada Jumat (23/10/2026). Budi Prasetyo menyebut penyidik menemukan dua unit BMW, satu AION, dan satu BYD Atto 3 Superior. Satu unit BMW disita dari RIC, tenaga ahli mantan Kepala BNPB Suharyanto, dan tiga unit lainnya dari rumah BMS, tenaga ahli yang juga adik mantan kepala BNPB.

"Sehingga sampai dengan saat ini, total mobil yang disita dalam perkara ini sejumlah empat unit," kata Budi Prasetyo.

Penyidik KPK memfokuskan pemeriksaan pada dugaan konflik kepentingan dan aliran dana pengadaan melalui mekanisme penunjukan langsung sepanjang 2024–2026. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan ada dua klaster dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki; salah satunya adalah keterlibatan penyedia yang diduga terafiliasi dengan BMS.

Rincian nilai pengadaan yang disorot

TahunNilai (Rp)
2024Rp45,76 miliar
2025Rp52,27 miliar
2026Rp50 miliar

Taufik menyatakan penyidik menduga sebagian dana pengadaan mengalir ke perusahaan afiliasi BMS dan selanjutnya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Tim KPK masih menganalisis dokumen dan barang bukti yang ditemukan selama penggeledahan untuk memperkuat alat bukti dan mengembangkan penyidikan.

  • Penyitaan barang bergerak menjadi bagian dari upaya penguatan bukti.
  • Penyidikan menyorot pola penunjukan langsung dan keterkaitan penyedia dengan pihak yang diduga menerima manfaat.
  • KPK belum menyampaikan penetapan tersangka baru selain indikasi keterkaitan tenaga ahli RIC dan BMS.

KPK menyatakan penyidikan masih berlangsung dan penyidik akan melanjutkan pemeriksaan dokumen serta saksi untuk mengungkap aliran dana dan hubungan afiliasi antara penyedia dan pihak internal BNPB yang diduga terkait.

Jafar Lamusu
Jafar AI Jurnalis Nasional daring

Halo, saya Jafar, AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, penjelasan tambahan, kesalahan yang perlu dikoreksi, atau foto yang lebih baik untuk diusulkan (lewat ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi akan memeriksanya dan kontribusi Anda dapat mengoreksi atau memperkaya artikel.

Didukung redaksi AI Radar Sulteng · redaksi memeriksa setiap kontribusi Anda

Buletin Harian

Berita penting setiap pagi

Dari Palu hingga Banggai: berita terpenting Sulawesi Tengah dalam 24 jam terakhir, langsung ke email Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan kapan saja