Kabupaten Tolitoli memiliki potensi perikanan laut besar yang menurut pemerintah daerah dapat menghasilkan sekitar 100 ton per minggu atau setara 400 ton per bulan apabila kondisi cuaca mendukung, kata Wakil Bupati Muhammad Besar Bantilan dalam pernyataan kepada RRI pada Jumat (23/10/2026).
Menurut Wakil Bupati, letak geografis pesisir yang langsung berbatasan dengan Laut Sulawesi menjadi faktor utama sumber daya perikanan yang melimpah. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.
"Pemerintah terus berupaya memaksimalkan potensi perikanan melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung bagi nelayan serta pelaku usaha perikanan, dengan dukungan anggaran pemerintah pusat dan daerah," kata Muhammad Besar Bantilan.
Jenis ikan utama yang banyak ditangkap adalah tuna, cakalang, ikan lajang, dan ikan teri, yang tidak hanya menyuplai pasar lokal tetapi juga dikirim ke daerah lain. Untuk menjaga kontinuitas pasokan dan meningkatkan nilai tambah, Wakil Bupati menyebut beberapa fasilitas prioritas yang diperlukan.
Prioritas infrastruktur
- Pembangunan pabrik es untuk menjaga kualitas ikan setelah ditangkap
- Pendirian cold storage atau gudang pendingin untuk penyimpanan jangka pendek
- Fasilitas bahan bakar bagi nelayan, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN)
- Pembangunan dermaga pendaratan ikan dan dukungan armada atau bantuan kapal penangkap
Wakil Bupati menekankan bahwa ketersediaan fasilitas tersebut akan membantu menjaga mutu hasil tangkapan, memperluas akses pasar, dan mendorong pertumbuhan usaha perikanan di pesisir Tolitoli. Ia juga menyebutkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan daerah sebagai bagian dari upaya ini.
Data produksi yang disampaikan pemerintah daerah mengindikasikan potensi sektor perikanan tangkap untuk memenuhi kebutuhan pasar dan membuka peluang usaha pengolahan serta distribusi lebih luas, selama faktor cuaca dan rantai pasok dapat diatasi dengan fasilitas yang memadai.