Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam berencana mengambil alih tambang nikel Bumanik di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, melalui perusahaan publik PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), demikian laporan yang dikutip dari Investor Daily dan dipublikasikan media lokal pada 24 Oktober 2026.
Rencana akuisisi itu merupakan bagian dari perluasan bisnis pertambangan Haji Isam yang selama ini dikenal bergerak pada sektor batu bara. PACK disebut akan menjadi entitas yang menjalankan pengambilalihan tambang Bumanik, di mana Haji Isam tercatat sebagai pemegang saham sebesar 20,04% dan disebut sebagai penerima manfaat akhir Jhonlin Group dalam catatan yang dipublikasi.
Laporan juga menempatkan rencana pembelian tambang nikel itu berdekatan dengan aksi akuisisi saham besar yang dilakukan Haji Isam di perusahaan batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Dalam transaksi pembelian saham BYAN yang dipublikasikan sebelumnya, jumlah saham yang dibeli mencapai 10.084.088.370 lembar, setara dengan 30,25% kepemilikan, dengan nilai transaksi yang disebut-sebut sekitar Rp26,1 triliun. Langkah itu menunjukkan keterlibatan Haji Isam pada dua segmen industri pertambangan, yakni batu bara dan mineral nikel.