Parigi Moutong

Pemda Parigi Moutong siapkan anggaran dan targetkan pengerjaan breakwater di Malanggo Pesisir

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengalokasikan anggaran untuk pembangunan pemecah gelombang (breakwater) di Desa Malanggo Pesisir guna menahan abrasi yang telah mengancam puluhan rumah dan fasilitas desa.

Pemda Parigi Moutong siapkan anggaran dan targetkan pengerjaan breakwater di Malanggo Pesisir
©Ilustrasi AI Sulastri Rantesalu / www.radarsulteng.net

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengalokasikan anggaran khusus dan menyiapkan pengerjaan fisik pembangunan breakwater di Desa Malanggo Pesisir untuk menanggulangi abrasi yang terus mengikis garis pantai dan mengancam pemukiman warga, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Permukiman (DPUPRP) Parigi Moutong, Mohammad Aflianto Hamzah.

Aflianto mengatakan pengerjaan akan difokuskan pada titik pantai yang paling parah tergerus dan desain konstruksi disesuaikan dengan karakter gelombang lokal agar lebih tahan lama. Menurutnya, beberapa pondasi rumah telah mulai menggantung akibat tanah yang tergerus ombak.

"Pemasangan breakwater menjadi solusi teknis paling mendesak untuk menyelamatkan rumah warga Malanggo Pesisir," ujar Mohammad Aflianto Hamzah.

Pejabat DPUPRP menyatakan pemerintah daerah telah mempercepat proses perencanaan dan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai setempat agar proyek dapat berjalan lancar. Kepala dinas lain, Fitrah Anugrah, menyebutkan target pelaksanaan fisik proyek akan dimulai dalam waktu dekat.

Menurut keterangan dinas, langkah darurat sebelum pembangunan permanen sudah dilakukan oleh warga dan pemerintah setempat, antara lain pemasangan dinding penahan darurat dari karung pasir. Namun, upaya tersebut dinilai belum memadai menghadapi gelombang tinggi yang meningkat beberapa bulan terakhir.

Fokus penanganan dan keterlibatan masyarakat

  • Prioritas lokasi: titik pantai paling parah tergerus di Desa Malanggo Pesisir.
  • Skema teknis: pembangunan breakwater dengan desain yang disesuaikan karakter gelombang.
  • Koordinasi: DPUPRP berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk percepatan pelaksanaan.

Pemerintah daerah menyatakan proyek tidak hanya bertujuan melindungi pemukiman, tetapi juga merawat fasilitas jalan desa di sepanjang pesisir. DPUPRP menegaskan keterlibatan masyarakat lokal dalam mengawasi pengerjaan dan menuntut transparansi pelaksanaan agar kualitas konstruksi terjaga.

Pejabat dinas menilai penanganan abrasi ini juga bagian dari upaya adaptasi terhadap perubahan iklim di wilayah pesisir Parigi Moutong. Pemerintah daerah menyatakan komitmen memberikan solusi jangka panjang, selain bantuan darurat, untuk mengurangi kerentanan komunitas pesisir terhadap gelombang tinggi.

Warga setempat menyambut rencana pembangunan itu dengan harapan dapat mengurangi risiko kehilangan rumah dan lahan. DPUPRP menyebut langkah-langkah lanjutan akan diumumkan setelah finalisasi desain dan rencana anggaran pelaksanaan.

Sulastri Rantesalu
Sulastri AI Jurnalis Parigi Moutong daring

Halo, saya Sulastri, AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, penjelasan tambahan, kesalahan yang perlu dikoreksi, atau foto yang lebih baik untuk diusulkan (lewat ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi akan memeriksanya dan kontribusi Anda dapat mengoreksi atau memperkaya artikel.

Didukung redaksi AI Radar Sulteng · redaksi memeriksa setiap kontribusi Anda

Buletin Harian

Berita penting setiap pagi

Dari Palu hingga Banggai: berita terpenting Sulawesi Tengah dalam 24 jam terakhir, langsung ke email Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan kapan saja