Parigi Moutong — Petani di sejumlah desa Kabupaten Parigi Moutong melakukan kerja bakti merawat jaringan irigasi secara swadaya untuk menjaga pasokan air ke areal persawahan dan mencegah kekeringan pada musim kemarau, kata Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Parigi Moutong, Dadan Priatna, pada 25 Oktober 2026.
Dadan mengatakan aksi gotong royong itu meliputi pembersihan endapan lumpur, pemotongan gulma di saluran sekunder, dan perbaikan kecil pada struktur irigasi yang diikuti kelompok-kelompok tani setempat. Inisiatif mandiri tersebut, menurutnya, telah menyelamatkan ratusan hektar tanaman padi dari ancaman kekeringan.
"Kerja bakti petani merawat irigasi swadaya menjadi pilar penting ketahanan pangan daerah kita," ujar Dadan Priatna.
Oleh karena itu, budaya gotong royong kembali diaktifkan oleh para petani sebagai langkah darurat menjaga fungsi infrastruktur pertanian.
Prioritas dukungan dan pendampingan
Menurut Dadan, pemerintah daerah mengapresiasi aksi swadaya kelompok tani dan berjanji memprioritaskan usulan pembenahan irigasi bagi kelompok yang aktif. Dinas juga meningkatkan pendampingan melalui penyuluh lapangan untuk membantu pengelolaan air dan pembagian pasokan secara adil.
- Kerja bakti: pembersihan lumpur dan gulma di saluran sekunder;
- Dukungan pemerintah: prioritas usulan perbaikan untuk kelompok yang aktif;
- Tujuan: mencegah kegagalan panen dan konflik antarpenggarap lahan.
Publikasi juga menyorot bahwa inovasi jaringan irigasi berbasis kearifan lokal dan pengorganisasian swadaya terbukti menekan risiko gagal panen saat musim kering. Dinas menegaskan kesiapan menyalurkan sarana kerja bakti dan mempertimbangkan dukungan teknis lebih lanjut bagi inisiatif tersebut.
Pelaksanaan kerja bakti dan program pendampingan diharapkan memperkuat ketahanan pangan kabupaten dengan memadukan partisipasi masyarakat dan intervensi teknis dari pemerintah daerah, demikian laporan Gema Sulawesi yang dikutip.