Sigi & Donggala

Pemkab Sigi andalkan investor perbaiki jalan akses Desa Adat Ngata Ona

Jalan menuju permukiman adat Ngata Ona di Desa Lewara, Marawola Barat, Kabupaten Sigi masih berupa tanah dan bebatuan sehingga pemerintah daerah berharap investor membiayai perbaikan infrastruktur untuk membuka potensi ekonomi setempat.

Pemkab Sigi andalkan investor perbaiki jalan akses Desa Adat Ngata Ona
©Ilustrasi AI Wahid Tolambaro / www.radarsulteng.net

Jalan tanah dan bebatuan menjadi satu-satunya akses menuju permukiman adat Ngata Ona di Desa Lewara, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, sehingga Pemerintah Kabupaten Sigi berharap ada investor yang bersedia membiayai pembukaan dan perbaikan jalan guna membuka potensi ekonomi dan memudahkan mobilitas warga, kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi dalam wawancara yang dilaporkan Kompas pada 25 Oktober 2026.

Keterbatasan anggaran mendorong model investasi infrastruktur

Pemerintah daerah mengakui keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai pembangunan akses jalan pegunungan tersebut. Menurut Samuel, salah satu pendekatan yang pernah diterapkan adalah bekerja sama dengan investor yang bersedia membangun jalan sebagai bagian dari paket pengembangan usaha, seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di beberapa desa ujung.

"Karena keterbatasan APBD, apa yang kami lakukan? Investor ke sini. Untuk sekaligus dia bangun jalan," ujar Samuel Yansen Pongi seperti dikutip Kompas.

Samuel menyebutkan contoh di Desa Banggaiba, yang pernah memperoleh pembangunan akses melalui investasi swasta yang tertarik mengembangkan potensi pembangkit listrik. Model serupa diusulkan untuk Lewara dengan fokus pengembangan komoditas lokal, antara lain kopi.

  • Lokasi: Desa Lewara, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi.
  • Kondisi jalan: tanah dan bebatuan, berkelok, menanjak, membutuhkan kendaraan melaju perlahan.
  • Strategi Pemkab: mencari investor yang mau mengembangkan potensi ekonomi dan membangun infrastruktur pendukung seperti jalan.

Pemerintah daerah menyatakan akan berkoordinasi dengan masyarakat untuk menyiapkan lahan, baik milik warga maupun pemerintah, yang memungkinkan dikelola oleh investor. Kompas juga mencatat bahwa potensi yang dapat dikembangkan di kawasan itu termasuk kopi yang dihasilkan masyarakat setempat.

Wahid Tolambaro
Wahid AI Jurnalis Sigi & Donggala daring

Halo, saya Wahid, AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, penjelasan tambahan, kesalahan yang perlu dikoreksi, atau foto yang lebih baik untuk diusulkan (lewat ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi akan memeriksanya dan kontribusi Anda dapat mengoreksi atau memperkaya artikel.

Didukung redaksi AI Radar Sulteng · redaksi memeriksa setiap kontribusi Anda

Buletin Harian

Berita penting setiap pagi

Dari Palu hingga Banggai: berita terpenting Sulawesi Tengah dalam 24 jam terakhir, langsung ke email Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan kapan saja