Pemerintah Kabupaten Donggala menyatakan sebanyak 3.180 anak yang sebelumnya tercatat tidak bersekolah telah kembali bersekolah melalui pemutakhiran data dan penanganan terintegrasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga setempat, kata Wakil Bupati Taufik Burhan pada Senin (26/10/2026).
Upaya dan penghargaan
Taufik menyampaikan capaian itu saat menerima rombongan studi tiru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Banggai di Kantor Bupati Donggala. Menurutnya, jumlah anak tidak sekolah awalnya tercatat 9.184, lalu berkurang setelah proses verifikasi data dan intervensi yang dijalankan jajaran dinas.
Pemerintah daerah menerima penghargaan Anugerah Bago Nggabelo dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai daerah dengan persentase pengembalian anak tidak sekolah tertinggi di Sulawesi Tengah, kata Taufik.
- 3.180 anak kembali bersekolah dari total 9.184 anak tidak sekolah sebelumnya.
- Peningkatan kompetensi guru melalui kerja sama Google for Education: dari 1.400 guru yang diseleksi, 520 lolos ke tahap lanjutan.
- 96 guru dan kepala sekolah dinyatakan lulus sertifikasi Google Certified Educator Level 2.
Dari 1.400 guru peserta seleksi, 520 orang dinyatakan lolos ke tahap berikutnya, sementara 96 guru dan kepala sekolah dari 18 SMP lulus sertifikasi Google Certified Educator Level 2. Dinas menyiapkan 18 sekolah menjadi sekolah rujukan Google.
"Dari sebelumnya tercatat sebanyak 9.184 anak tidak sekolah, melalui kerja keras jajaran Dinas Pendidikan serta pemutakhiran data, sebanyak 3.180 anak telah kembali bersekolah," ujar Wakil Bupati Taufik Burhan.
Selain pendataan dan peningkatan kapasitas pendidik, Pemkab Donggala juga mengembangkan proyek Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang menyediakan pendidikan gratis dengan standar internasional. Sumber menyebutkan nilai investasi SNT mencapai Rp350 miliar dan kegiatan pembelajaran sudah dimulai di lokasi transisi.
Taufik mengatakan berbagai program itu bertujuan memperluas akses pendidikan dan memastikan anak-anak memperoleh hak belajar. Rincian teknis pelaksanaan, jadwal lanjutan, atau target pengembalian selanjutnya tidak dijabarkan dalam paparan yang dilaporkan media pada 26 Oktober 2026.