Harga cabai di Kota Palu mencapai Rp130 ribu per kilogram saat perwakilan Kementerian Dalam Negeri bersama Pemerintah Kota Palu memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Inpres Manonda, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kamis (29/10/2026). Harga tersebut naik dari kisaran normal sekitar Rp80 ribu per kilogram.
Pemantauan berlangsung di pasar yang berada di Jalan Bayam itu dengan melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memantau pasokan dan menjaga keterjangkauan komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi daerah.
Selain cabai, petugas memeriksa harga dan ketersediaan bawang merah, bawang putih, beras, serta minyak goreng. Perwakilan Kemendagri Ria Marini menyatakan kondisi bahan pokok di Palu secara umum masih relatif terkendali.
"Kami melihat untuk Kota Palu kondisinya masih relatif aman. Mudah-mudahan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga." — Ria Marini, perwakilan Kementerian Dalam Negeri
Ria mengatakan kenaikan cabai menjadi perhatian karena komoditas tersebut dijual sekitar Rp130 ribu per kilogram, sedangkan harga normalnya berada di kisaran Rp80 ribu. Ia menyebut ketersediaan pasokan di pasar menjadi salah satu faktor penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kota Palu juga menyampaikan perkembangan Program Kelurahan Menanam yang diarahkan untuk memperkuat pasokan cabai. Pemkot menargetkan penanaman cabai seluas 10 hektare, dengan realisasi sekitar 50 persen.
Produksi diperkirakan meningkat
Program itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ketersediaan cabai dari produksi lokal.
- Harga cabai di Pasar Inpres Manonda mencapai Rp130 ribu per kilogram.
- Pemkot Palu menargetkan penanaman cabai seluas 10 hektare.
- Realisasi penanaman dilaporkan sekitar 50 persen dan produksi diperkirakan mencapai puncak pada akhir 2026 hingga 2027.