Perum Bulog Cabang Tolitoli, Sulawesi Tengah, mencatat stok beras 1.700 ton pada Rabu (28/10/2026) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan. Bulog juga terus membeli hasil panen petani setempat guna menjaga kesinambungan pasokan dan mengantisipasi dampak kemarau terhadap produksi pertanian.
Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Tolitoli Aryo Wibisono menyampaikan keterangan itu di Baolan, Tolitoli, pada Rabu. Ia mengatakan persediaan beras berada dalam kondisi mencukupi berdasarkan pemantauan dan pengadaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Ketersediaan beras itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan," kata Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Tolitoli Aryo Wibisono.
Menurut Aryo, pembelian gabah atau beras dari petani daerah menjadi salah satu langkah untuk menambah cadangan pangan sekaligus menjaga pasokan tetap tersedia. Upaya itu juga dilakukan untuk menghadapi kemungkinan penurunan hasil pertanian akibat kemarau di Kabupaten Tolitoli.
Stok pangan lain dan gerakan pangan murah
Bulog menyatakan ketersediaan komoditas pangan lain, termasuk minyak goreng, masih aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemantauan stok serta pengadaan komoditas dilakukan secara terus-menerus untuk menjaga ketersediaan pangan di daerah.
"Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di Kabupaten Tolitoli," kata Aryo. Ia memastikan pasokan tetap dijaga agar kebutuhan konsumsi masyarakat dapat terpenuhi.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tolitoli menjalankan Gerakan Pangan Murah di 11 titik untuk membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Komoditas yang ditawarkan dalam program tersebut antara lain:
- beras SPHP seharga Rp58 ribu per 5 kilogram;
- gula pasir seharga Rp35 ribu per 2 kilogram;
- telur seharga Rp48 ribu per rak; dan
- Minyakita seharga Rp13 ribu per liter.