Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani meluncurkan layanan kesehatan jiwa bernama BESTI (Berani Sehat Jiwa) pada Senin (26/10/2026) di aula rumah sakit untuk memudahkan akses pemeriksaan dan perawatan kesehatan jiwa bagi masyarakat secara terintegrasi.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido meresmikan layanan tersebut dan mengatakan BESTI dirancang agar layanan dapat dijangkau masyarakat, berjalan secara real time, serta terintegrasi untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi bersama instansi terkait.
Tujuan dan capaian awal
Menurut pernyataan yang disampaikan saat peresmian, layanan BESTI memiliki beberapa tujuan utama:
- Meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa;
- Menjamin kerahasiaan data pengguna;
- Memungkinkan layanan jemput bola bagi pasien yang membutuhkan bantuan.
Direktur RSUD Madani Hairudin hadir dalam acara bersama sejumlah pejabat perangkat daerah dan tenaga medis, demikian laporan kantor berita RRI.
"Dengan adanya BESTI kita maju selangkah karena bisa melakukan layanan jemput bola ke masyarakat, jika ada pasien yang membutuhkan bantuan," ujar Reny A. Lamadjido.
Peluncuran layanan ini juga dinyatakan sejalan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan pemerintah provinsi sebagai upaya peningkatan cakupan skrining kesehatan, termasuk skrining kesehatan jiwa.
Dalam kesempatan yang sama, Wagub Reny memberi beberapa tips menjaga kesehatan jiwa, antara lain mengurangi waktu penggunaan media sosial (screen time) dan meningkatkan waktu berkualitas (quality time) bersama keluarga. Ia mendorong RSUD Madani mengadakan kegiatan seperti family gathering untuk mendukung stabilitas kesehatan jiwa masyarakat.
RSUD Madani menyatakan layanan BESTI akan diintegrasikan dengan instansi terkait agar pemantauan dan evaluasi berjalan kontinu. Rincian teknis operasional dan jadwal layanan dijanjikan disampaikan oleh manajemen rumah sakit pada tahap implementasi berikutnya.