Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Sulawesi Tengah membatalkan biaya administrasi bagi bakal calon ketua periode 2026–2030 setelah usulan tarif Rp1 miliar mendapat sorotan. Keputusan itu disepakati Pengurus Asprov PSSI Sulteng bersama Komite Pemilihan dalam rapat pleno di Sekretariat PSSI Sulteng, Kota Palu, Rabu (28/10/2026) malam.
Pelaksana Tugas Sekretaris Umum Asprov PSSI Sulteng, Samsurijal Labatjo, mengatakan penghapusan biaya tersebut bertujuan menjaga suasana pemilihan tetap kondusif dan mempertahankan kredibilitas panitia serta organisasi. Ia menyebut keputusan itu telah ditetapkan secara final.
"Kami memutuskan meniadakan seluruh biaya pendaftaran agar tidak muncul penafsiran negatif di kemudian hari," kata Samsurijal.
Menurut Samsurijal, Komite Pemilihan semula mengusulkan biaya pendaftaran sebesar Rp1 miliar. PSSI Pusat kemudian menyetujui nominal Rp250 juta, yang disebut setara dengan tarif pendaftaran Asprov PSSI Sulawesi Selatan.
Ia menjelaskan, biaya tersebut awalnya dirancang untuk mendukung pembinaan sepak bola daerah. Namun, pengurus memilih membatalkannya setelah menerima masukan masyarakat dan mempertimbangkan potensi protes yang dapat memengaruhi proses pemilihan.
Pendaftaran berlangsung dua hari
Panitia membuka pendaftaran bakal calon ketua Asprov PSSI Sulteng selama dua hari, mulai Kamis (29/10/2026) hingga Jumat (30/10/2026). Ketentuan dukungan pencalonan dibuat lebih terbuka untuk memudahkan figur yang memenuhi persyaratan ikut dalam proses tersebut.
- Biaya administrasi pendaftaran: gratis
- Periode pendaftaran: 29–30 Oktober 2026
- Masa jabatan yang diperebutkan: 2026–2030
Samsurijal menyatakan kondisi pembinaan sepak bola Sulteng menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan biaya pendaftaran. Ia menyebut saat ini hanya terdapat tujuh klub yang berkompetisi di Liga 4, sehingga pembinaan di daerah masih perlu diperkuat.
Proses pemilihan tersebut dijadwalkan berlanjut melalui Kongres Luar Biasa Asprov PSSI Sulawesi Tengah pada 8 November 2026 di Hotel Santika Palu. Pelaksanaan kongres itu telah mendapat persetujuan dari PSSI Pusat.