Festival Gampiri 2026 yang memadukan pertunjukan seni budaya masyarakat dan karya pelajar melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) berlangsung di Alun-Alun Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin (2/11/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong itu menjadi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk menampilkan serta mengenalkan budaya daerah.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase membuka festival tersebut dengan membubuhkan kuas pada kanvas karya GSMS SMP Insanul Kamil Ampibabo. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan itu.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini," ujar Erwin Burase.
Ragam pertunjukan di Festival Gampiri
Festival itu tidak hanya menghadirkan pertunjukan untuk hiburan. Menurut Erwin, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai ruang ekspresi dan apresiasi, sekaligus bagian dari upaya menjaga keberadaan seni dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
- Tari Gampiri.
- Pertunjukan bertutur dalam bahasa Tialo dan Kaili.
- Komedi tunggal berbahasa Tialo.
- Pentas seni dari pelajar sekolah dasar.
- Pemutaran film karya GSMS dan Bioskop Keliling Kebudayaan.
Karya pelajar yang ditampilkan dalam pentas seni berasal dari SD Inpres 1 Tomini, SD Inpres 2 Bantaya, dan SDK Sakinah Jaya. Festival itu juga memutar film karya GSMS SMP IT Lisanul Arab.
Melalui keterlibatan pelajar dalam pertunjukan dan karya seni, Festival Gampiri 2026 memperkenalkan kekayaan bahasa, kesenian, dan tradisi lokal kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya agar seni dan tradisi daerah tetap dikenal serta berkembang di kalangan generasi muda.