PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan penjualan US$ 817,3 juta sepanjang Juli–September 2026 melalui peningkatan produksi nikel, pertumbuhan produksi emas, dan perluasan kontribusi bisnis hilirisasi. Perusahaan menyampaikan capaian itu dalam laporan kinerja kuartal III pada Senin (2/11/2026).
Penjualan tersebut terutama ditopang produk dari portofolio nikel, yakni Nickel Pig Iron (NPI), bijih limonit, dan High Grade Nickel Matte (HGNM). Operasi nikel MDKA di Sulawesi mencatat kenaikan produksi pada dua jenis bijih selama periode tersebut.
"Operasi nikel kami terus berkembang, Tambang Emas Pani kembali mencetak pertumbuhan produksi kuartalan yang kuat, dan bisnis hilirisasi kami mulai memberikan kontribusi dari rentang produk yang lebih luas," kata Presiden Direktur MDKA Albert Saputro.
Kinerja produksi nikel
Produksi bijih saprolit meningkat 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 3,3 juta ton metrik basah. Produksi bijih limonit juga naik 62 persen menjadi 9 juta ton metrik basah.
| Produk | Produksi kuartal III 2026 | Perubahan |
|---|---|---|
| Saprolit | 3,3 juta ton metrik basah | Naik 68 persen secara tahunan |
| Limonit | 9 juta ton metrik basah | Naik 62 persen secara tahunan |
| NPI | 20.553 ton kandungan nikel | — |
| HGNM | 9.436 ton | — |
Produksi NPI tercatat 20.553 ton kandungan nikel, sedangkan HGNM mencapai 9.436 ton. MDKA menyatakan kedua produk tersebut bersama limonit menjadi penyumbang penjualan terbesar grup pada kuartal ketiga.
Kontribusi emas dan hilirisasi
Segmen emas menyumbang pendapatan US$ 72,9 juta. Tambang Emas Pani dan Tambang Emas Tujuh Bukit menghasilkan total 50.142 ons emas pada kuartal III 2026.
- Tambang Emas Pani memproduksi 26.331 ons, naik 69 persen dari kuartal sebelumnya.
- Tambang Emas Tujuh Bukit menghasilkan 23.811 ons dan melanjutkan eksplorasi untuk mengoptimalkan umur tambang hingga setidaknya 2033.
- Fasilitas AIM menjual sekitar 290.000 ton asam sulfat dengan nilai penjualan US$ 98,4 juta.