Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Sulawesi Tengah sebagai salah satu dari lima provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Sabtu (31/10/2026). Penetapan itu dilakukan setelah BNPB mencatat area terdampak karhutla di provinsi tersebut mencapai 295 hektare.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan fokus penanganan saat ini mencakup Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur.
"Kita lihat sekarang kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saat ini polanya sudah berubah sekali," ujar Berton SP Panjaitan.
Pernyataan tersebut disampaikan Berton dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu. BNPB menyebut prioritas itu berbeda dari periode sebelumnya yang berfokus pada enam provinsi di wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Luas area terdampak
Data BNPB menunjukkan Papua Selatan memiliki area terdampak karhutla paling luas di antara lima provinsi prioritas, yakni 502 hektare. Sulawesi Tengah berada di urutan berikutnya dengan luasan 295 hektare.
- Papua Selatan: 502 hektare
- Sulawesi Tengah: 295 hektare
- Sulawesi Tenggara: 257 hektare
- Maluku: 182 hektare
- Kalimantan Timur: 174 hektare
BNPB mencatat total area terdampak karhutla di lima provinsi prioritas tersebut mencapai 1.410 hektare. Data itu menjadi dasar penetapan wilayah yang mendapat fokus penanganan kebakaran hutan dan lahan.