Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendata ulang kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi petani dan nelayan di wilayah tersebut pada Kamis (29/10/2026) untuk menghitung kuota dan menata penyalurannya. Langkah itu ditempuh setelah pemerintah menerima keluhan mengenai solar subsidi yang digunakan untuk menunjang kegiatan pertanian dan kelautan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong Zulfinasran mengatakan pendataan diperlukan agar kebutuhan BBM pada kedua sektor tersebut dapat dihitung berdasarkan kondisi lapangan. Pemerintah daerah akan memakai hasil penghitungan itu sebagai dasar penyusunan kebutuhan dan pengaturan distribusi.
"Banyak keluhan petani dan nelayan mengenai solar subsidi, maka pemerintah mengambil langkah mendata kembali kebutuhan mereka untuk menjadi dasar penghitungan kecukupan kuota BBM," kata Zulfinasran.
Menurut dia, bahan bakar berperan dalam operasional alat dan mesin pertanian serta aktivitas masyarakat di sektor kelautan. Karena itu, penghitungan kebutuhan harus dilakukan secara terukur agar penyaluran BBM bersubsidi dapat menyasar penerima yang sesuai.
Penghitungan mencakup seluruh tahapan produksi
Untuk sektor pertanian, Pemkab Parigi Moutong akan mengaitkan kebutuhan BBM dengan luas lahan sawah, jumlah petani, serta penggunaan bahan bakar sejak pengolahan lahan sampai penggilingan gabah menjadi beras. Kebutuhan per hektare akan dihitung terlebih dahulu, kemudian disesuaikan dengan luas persawahan yang tersedia.
- luas sawah dan jumlah petani;
- kebutuhan BBM pada setiap tahap produksi;
- pemakaian traktor, mesin tanam, mesin panen, dan alat penyemprot.
Zulfinasran menjelaskan bahwa pencatatan penggunaan alat pertanian menjadi bagian dari proses tersebut. Pemerintah daerah menilai data itu diperlukan supaya kebutuhan BBM tidak ditetapkan secara umum, melainkan berdasarkan kegiatan produksi yang berlangsung di lapangan.
Pasokan untuk 12 SPBU
Berdasarkan data Pertamina yang disampaikan Pemkab Parigi Moutong, pasokan rata-rata Biosolar ke kabupaten itu berada pada kisaran 80–88 kiloliter per hari. Sementara itu, pasokan Pertalite mencapai sekitar 200–208 kiloliter per hari.
| Jenis BBM | Rata-rata pasokan per hari |
|---|---|
| Biosolar | 80–88 kiloliter |
| Pertalite | 200–208 kiloliter |
Pasokan tersebut disalurkan untuk melayani sekitar 12 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Parigi Moutong. Zulfinasran mengatakan pembahasan mengenai skema distribusi BBM bersubsidi selanjutnya akan dilakukan bersama kepala daerah dan instansi teknis terkait.