Realisasi investasi Sulawesi Tengah mencapai Rp116 triliun selama Januari hingga September 2026 atau setara 124 persen dari target tahunan sebesar Rp93,89 triliun. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Tengah Mohammad Rifani Pakamundi menyampaikan capaian itu di Palu pada Jumat (30/10/2026).
Menurut Rifani, nilai tersebut menempatkan Sulawesi Tengah pada peringkat ketiga nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Ia mengatakan realisasi penanaman modal selama sembilan bulan pertama tahun ini meningkat 18,84 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
"Jadi, kita peringkat ketiga nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Angka ini sudah sekitar 124 persen yang kita capai." — Mohammad Rifani Pakamundi
Morowali menjadi penyumbang terbesar
Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi realisasi investasi tersebut. DPMPTSP Sulawesi Tengah mencatat nilai PMA sekitar Rp110 triliun atau 94,80 persen dari total investasi hingga September 2026.
Kabupaten Morowali menjadi daerah dengan kontribusi investasi terbesar. Nilai investasi di wilayah itu tercatat sekitar Rp111 triliun berdasarkan catatan DPMPTSP Sulawesi Tengah.
Realisasi meningkat setiap triwulan
Catatan DPMPTSP Sulawesi Tengah menunjukkan nilai investasi terus bertambah dari triwulan pertama hingga triwulan ketiga 2026. Rinciannya sebagai berikut:
- Triwulan I: Rp32,10 triliun;
- Triwulan II: Rp36,60 triliun;
- Triwulan III: Rp47,31 triliun.
| Periode | Realisasi investasi |
|---|---|
| Januari–Maret 2026 | Rp32,10 triliun |
| April–Juni 2026 | Rp36,60 triliun |
| Juli–September 2026 | Rp47,31 triliun |
Rifani menyebut realisasi pada triwulan III menjadi yang tertinggi sepanjang 2026. Pertumbuhan pada periode tersebut mencapai 29,27 persen dibandingkan triwulan II, yang mencatat pertumbuhan sekitar 14 persen, menurut DPMPTSP Sulawesi Tengah.